- Toyota Innova Reborn Diesel memiliki mesin bertenaga dengan harga bekas tinggi serta pajak tahunan sekitar Rp6 hingga Rp10 juta.
- Lonjakan harga bahan bakar Dexlite menciptakan selisih biaya operasional bulanan hingga Rp1,8 juta dibandingkan penggunaan Biosolar bagi pengguna mobil.
- Calon pembeli harus mempertimbangkan efisiensi biaya bahan bakar dan besaran pajak tahunan sebagai faktor penentu utama dalam memilih kendaraan.
-Biosolar : 95,54 liter × Rp 6.800 = Rp 649.672 /bulan
-Dexlite : 95,54 liter × Rp 26.000 = Rp 2.484.040 /bulan
3. Hitung selisih biaya per bulan & per tahun
Selisih per Bulan: Rp 2.484.040 - Rp 649.672 = Rp 1.834.368 (Dexlite lebih mahal)
Selisih per Tahun: Rp 1.834.368 × 12 bulan = Rp 22.012.416
Sejatinya, anggapan mobil diesel irit hanya bisa terwujud secara nyata jika orang pakai solar subsidi. Mengingat mayoritas mobil diesel di Indonesia berkapasitas mesin besar, tentu ongkos solar akan membengkak.
Lain halnya jika kapasitas mesin mobil dieselnya cuma kisaran 1500cc yang tentunya akan membuat biaya perjalanan bisa bersaing dengan mobil bensin sekelas Avanza dan semacamnya.
Harga Seken & Pajak

Pasar mobil bekas menunjukkan Innova Reborn Diesel masih diminati:
- Produksi 2016–2017: Rp250–280 juta
- Produksi 2018–2019: Rp290–330 juta
- Produksi 2020–2021: Rp340–380 juta
- Produksi 2022–2023: Rp390–430 juta
Pajak tahunan (2026)
- Rata-rata Rp6–7,3 juta untuk kepemilikan pertama
- Bisa tembus Rp8–10 juta jika progresif
Dampak bagi Konsumen
Kenaikan harga solar nonsubsidi membuat biaya operasional melonjak drastis. Konsumen yang mengutamakan efisiensi jelas lebih memilih Biosolar, meski harus rela antre di SPBU.
Sementara itu, Dexlite menawarkan kualitas lebih baik untuk mesin modern, tapi ongkosnya hampir empat kali lipat.
Pasar seken yang masih tinggi menunjukkan reputasi Innova Reborn Diesel tetap kuat. Namun, calon pembeli harus realistis: selain harga beli yang mahal, pajak tahunan dan biaya BBM kini jadi faktor penentu.