- Fortuner G 2016 punya bantingan suspensi lebih empuk dan nyaman dibanding tipe GR Sport.
- Mesin 2GD-FTV hasilkan torsi besar di putaran rendah sehingga konsumsi BBM sangat efisien.
- Harga bekasnya kini di kisaran Rp 275 jutaan, sangat sepadan dengan ketangguhan sasisnya.
Suara.com - Di tengah fluktuasi harga BBM Diesel non-subsidi yang kerap membuat pengguna SUV berhitung ulang, mencari kendaraan bertenaga besar namun tetap rasional untuk pemakaian harian menjadi sebuah keharusan. Di sinilah Toyota Fortuner G Diesel 2016 kembali mencuri panggung.
Dengan harga bekas yang kini terjun bebas ke kisaran Rp 200jutaan atau setara dengan SUV compact baru, mobil berjuluk "mesin badak" ini menawarkan jalan keluar yang cerdas.
Menariknya, varian entry-level ini tidak hanya menawarkan efisiensi bahan bakar yang luar biasa. Fortuner tipe G ternyata menyimpan rahasia kenyamanan yang kerap diremehkan, bahkan bantingannya diakui jauh lebih ramah penumpang dibandingkan varian teratasnya, GR Sport sekalipun.
Lantas, apa yang membuat Toyota Fortuner G Diesel 2016 masih sangat layak diburu di tahun ini? Berikut adalah 3 alasan utamanya:
1. Bantingan Suspensi yang Lebih "Manusiawi" Dibanding GR Sport
Banyak yang berasumsi varian tertinggi selalu yang paling nyaman, padahal tidak selalu demikian untuk urusan bantingan harian.
Tipe GR Sport atau TRD Sportivo umumnya dirancang dengan setelan suspensi yang lebih stiff (kaku) demi mengejar stabilitas bermanuver di kecepatan tinggi.
Sebaliknya, Fortuner tipe G yang berstatus varian standar justru memiliki racikan suspensi yang lebih empuk dan mengayun.
Bagi penumpang belakang, setelan tipe G ini jauh lebih bersahabat dan tidak mengocok perut saat melewati jalanan berlubang atau polisi tidur, menjadikannya pilihan sempurna untuk mobil keluarga harian.
2. Efisiensi BBM dari "Mesin Badak" 2GD-FTV
Menjawab keresahan soal harga BBM Diesel, rahasia keiritan Fortuner 2016 terletak pada dapur pacunya.
Menggendong mesin 2GD-FTV kapasitas 2.4L (2.393 cc) dengan teknologi VNT (Variable Nozzle Turbocharged) dan Intercooler, SUV ini mampu memuntahkan torsi raksasa 400 Nm hanya di putaran mesin 1.600 - 2.000 rpm.
Artinya, Anda tidak perlu menginjak pedal gas dalam-dalam untuk membuat bodi besarnya melaju di kemacetan maupun saat melibas tanjakan curam.
Torsi yang didapat di putaran rendah inilah yang membuat konsumsi BBM-nya tetap efisien untuk ukuran SUV berbodi bongsor.

3. Value for Money Sasis Ladder Frame Tangguh