- Bagnaia meyakini rem motor Honda bermasalah, sehingga Zarco tidak bersalah atas kecelakaan beruntun tersebut.
- Kondisi kaki Zarco yang hancur memberikan pukulan mental dan trauma mendalam bagi Pecco Bagnaia.
- Menahan pusing saat mengerem, Bagnaia mengkritik keras keputusan panitia yang memaksakan start ketiga.
Hal ini memicu kritik keras sang Juara Dunia terhadap regulasi balap saat ini. Menurutnya, batas keselamatan sudah dilanggar dan nyawa pembalap seolah diremehkan.
"Saya rasa kita butuh aturan tegas yang melarang adanya start ketiga setelah terjadi dua kecelakaan besar," tegasnya sambil menggebrak meja secara kiasan terkait isu keselamatan.
Bagnaia menutup pernyataannya dengan kekecewaan mendalam terhadap kelembagaan MotoGP, khususnya absennya banyak pembalap di Komisi Keselamatan (Safety Commission). Di saat motor MotoGP menjadi semakin cepat, rumit, dan berbahaya, suara pembalap justru melemah karena sikap apatis mereka sendiri.
Podium ketiga di Catalunya pun pada akhirnya hanyalah sekadar formalitas yang terasa sangat hampa bagi sang juara.