- Korlantas Polri segera merilis SIM digital berbentuk barcode yang terintegrasi langsung dalam aplikasi smartphone resmi.
- Saat razia berlangsung, pengendara cukup menunjukkan kode batang dari ponsel untuk diverifikasi petugas secara cepat.
- Meskipun canggih dan praktis, masyarakat tetap diimbau membawa kartu SIM fisik selama masa transisi sistem.
Suara.com - Bagi para pengendara, baik bikers maupun pengemudi mobil, momen melihat plang "Pemeriksaan Kendaraan Bermotor" alias razia di depan mata seringkali bikin deg-degan. Apalagi jika tiba-tiba Anda tersadar: dompet berisi SIM dan STNK tertinggal di rumah! Ke depannya, alasan "dompet ketinggalan" tak lagi jadi masalah besar berkat terobosan terbaru dari Korlantas Polri.
Kabar baik bagi ekosistem otomotif Tanah Air, pihak kepolisian tengah menyiapkan SIM digital yang terintegrasi langsung ke dalam smartphone.
Bukan Sekadar Foto di Galeri HP
Banyak pengendara yang selama ini mengira bahwa memotret SIM fisik dan menyimpannya di galeri HP sudah cukup sebagai bukti. Sayangnya, cara konvensional itu dianggap tidak sah oleh petugas.
Nantinya, SIM digital ini akan memiliki format khusus berupa barcode atau kode batang yang dinamis dan terenkripsi.
Semua terpusat di dalam satu pintu, yakni aplikasi resmi Digital Korlantas Polri.
Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Pol. Wibowo, menjelaskan inovasi ini dirancang untuk mempermudah identifikasi pengendara.
"Melalui aplikasi Digital Korlantas Polri, masyarakat dapat menyimpan dan menampilkan SIM dalam bentuk digital. Data yang tersedia mencakup identitas pemilik, nomor SIM, masa berlaku, serta dilengkapi QR code untuk keperluan verifikasi oleh petugas di lapangan," ujar Wibowo, dikutip dari laman Korlantas Polri.
Cara Kerja Saat Razia: Hitungan Detik Langsung Terverifikasi
Lalu, bagaimana praktiknya saat touring atau riding harian dan Anda dicegat petugas? Sangat praktis. Anda tidak perlu lagi repot merogoh saku jaket atau mengobrak-abrik tas untuk mencari kartu SIM fisik.
Cukup buka aplikasi di smartphone, tunjukkan barcode SIM Digital Anda, dan petugas akan melakukan pemindaian (scan) menggunakan alat khusus.
Dalam hitungan detik, seluruh riwayat berkendara Anda mulai dari identitas, jenis SIM, hingga masa berlaku akan langsung muncul di layar petugas secara real-time.
Bagi dunia otomotif, sistem data terpusat ini menjadi angin segar. Ruang gerak pemalsuan dokumen kendaraan akan semakin sempit.
Keabsahan izin mengemudi seorang driver tak lagi diukur dari selembar kartu fisik yang bisa dipalsukan, melainkan dari data valid di dalam server.
"Ke depan, keabsahan SIM akan bertumpu pada data di server, bukan semata pada kartu fisik. Ini akan meningkatkan efisiensi, mempercepat proses pemeriksaan, serta meminimalkan potensi pemalsuan," jelas Wibowo.