Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros

Liberty Jemadu

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:12 WIB
Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros
Pemerintah akan mewajibkan bensin dicampur dengan 20 persen etanol atau E20 pada 2027, setelah berkaca pada kesuksesan program mandatori biodiesel B50. Foto: Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri meninjau implementasi Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mewajibkan penggunaan bioetanol pada kendaraan di Indonesia mulai tahun 2027 mendatang.
  • Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor BBM dengan mengolah bahan baku tebu, singkong, dan jagung.
  • Penerapan bensin campur etanol berisiko menurunkan efisiensi konsumsi bahan bakar kendaraan sebesar 3,5 hingga 12 persen, seperti yang terjadi di India.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan mewajibkan bensin dicampur dengan 20 persen etanol atau E20 pada 2027, setelah berkaca pada kesuksesan program mandatori biodiesel B50.

Kebijakan bioetanol ini memiliki tujuan mulia, yakni mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM. Tapi masalahnya di India kebijakan yang sama telah membuat publik gusar, karena ternyata membuat konsumsi bahan bakar kendaraan lebih boros.

“Arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), etanol kita harus lakukan. Maka, mandatori akan kami lakukan 2027,” ucap Bahlil dalam peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026)

Bahlil menjelaskan penerapan wajib bioetanol akan dibagi menjadi beberapa tahap, dengan tahap pertama mewajibkan campuran etanol sebesar 10–20 persen. Ia berharap campuran etanol dapat terus meningkat, sebagaimana yang kini diterapkan dalam mandatori biodiesel B50.

“Jadi tebu, singkong, kemudian jagung itu akan dikelola bersama-sama baik dengan Danantara, maupun Pertamina dan swasta yang lain,” ujar Bahlil.

Belajar dari India

Di India kebijakan mewajibkan bensin E20 mulai berlaku pada April kemarin dan kini warga mengeluhkan di media sosial bahwa konsumsi BBM mereka semakin boros, kinerja motor berkurang dan semakin banyak komponen kendaraan yang cepat rusak.

Pengguna kendaraan bermotor pada pekan lalu bahkan berdemonstrasi di Delhi karena merasa dirugikan oleh kebijakan tersebut, demikian dilansir dari BBC.

Tetapi pemerintah India membantah adanya kenaikan konsumsi BBM atau kerusakan komponen kendaraan akibat kebijakan E20. Pemerintah mengatakan sebelum diterapkan, E20 sudah diuji coba di berbagai jenis kendaraan dan tak ada masalah seperti yang dikeluhkan oleh warga.

baca juga

Sementara pada pekan lalu, enam produsen otomotif India - dalam jumpa pers bersama perwakilan pemerintah - mengumumkan bahwa berdasarkan data servis di bengkel-bengkel mereka tidak ditemukan bukti adanya kerusakan akibat penggunaan bensin E20.

Tetapi mereka mengakui bahwa penggunaan E20 menyebabkan efisiensi konsumsi bahan bakar di kendaraan turun hingga 3,5 persen karena etanol memiliki konten energi yang lebih rendah. Tetapi beberapa produsen otomotif mengatakan berkurangnya efisiensi bisa mencapai 12 persen.

Bagaimana di Indonesia?

Kementerian ESDM sebelumnya mengumumkan bahwa Indonesia akan mewajibkan penggunaan bensin dengan campuran etanol sebesar 5 persen atau mandatori E5 mulai Juli 2026 di Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali dan Lampung.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan kewajiban penggunaan E5 pada Juli 2026 hanya berlaku di sejumlah titik, sebab terdapat keterbatasan pasokan bahan baku etanol.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50

Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:59 WIB

Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan

Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:51 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

BBM B50 Resmi Mengaspal, Target Stop Impor Solar Makin Dekat

BBM B50 Resmi Mengaspal, Target Stop Impor Solar Makin Dekat

Foto | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat

Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:35 WIB

Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta

Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:24 WIB

Gejala Kerusakan Shockbreaker Mobil Apa Saja? Simak Tanda Penting Berikut

Gejala Kerusakan Shockbreaker Mobil Apa Saja? Simak Tanda Penting Berikut

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:00 WIB

Bagaimana Cara Membedakan Onderdil Mitsubishi yang Asli dan Palsu?

Bagaimana Cara Membedakan Onderdil Mitsubishi yang Asli dan Palsu?

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:26 WIB

Penjualan Anjlok 87 Persen, Kia Kapok Jualan Sedan dan Pilih Suntik Mati

Penjualan Anjlok 87 Persen, Kia Kapok Jualan Sedan dan Pilih Suntik Mati

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:50 WIB

Harga Masih Misteri, Spesifikasi Hyundai Ioniq 3 Setara BYD Apa?

Harga Masih Misteri, Spesifikasi Hyundai Ioniq 3 Setara BYD Apa?

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:36 WIB

Harga Selisih Jauh, Motor Listrik Yamaha Aerox E vs Aerox 155 Lebih Kencang Mana?

Harga Selisih Jauh, Motor Listrik Yamaha Aerox E vs Aerox 155 Lebih Kencang Mana?

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:02 WIB

Yamaha Dua Kali Naikan Harga Oli Yamalube Dalam Dua Bulan

Yamaha Dua Kali Naikan Harga Oli Yamalube Dalam Dua Bulan

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:50 WIB

Tunda Nyicil PCX: Intip 5 Mobil Hatchback Termurah dan Irit Bensin Rekomendasi Pakar

Tunda Nyicil PCX: Intip 5 Mobil Hatchback Termurah dan Irit Bensin Rekomendasi Pakar

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:47 WIB

Chery Indonesia Bongkar Penyebab Tiggo Cross Terbakar di Bandung

Chery Indonesia Bongkar Penyebab Tiggo Cross Terbakar di Bandung

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:28 WIB

×