- Daihatsu Rocky dibangun menggunakan platform DNGA yang menghasilkan berbagai model kembaran dengan penyesuaian spesifikasi di tiap negara.
- Model kembaran tersebut mencakup Toyota Raize di Indonesia, Subaru Rex di Jepang, serta Perodua Ativa di Malaysia.
- Setiap varian menawarkan perbedaan harga, fitur, dan teknologi mesin yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar otomotif masing-masing wilayah.
Suara.com - Daihatsu Rocky bukan sekadar SUV kompak biasa. Mobil ini lahir dari platform DNGA (Daihatsu New Global Architecture) yang juga melahirkan sejumlah "saudara kembar" di berbagai negara.
Meski DNA-nya sama, tiap model mendapat sentuhan berbeda sesuai pasar masing-masing. Hasilnya, Rocky punya banyak alter ego: ada yang tampil dengan badge Toyota, Subaru, hingga Perodua di Malaysia.
Fenomena ini menarik karena memperlihatkan strategi kolaborasi lintas merek. Dengan basis teknis yang sama, tiap pabrikan bisa menyesuaikan desain, fitur, dan positioning sesuai kebutuhan konsumen lokal.
Bagi pemburu mobil bekas atau penggemar otomotif, mengetahui siapa saja "kembaran Rocky" bisa jadi insight penting untuk membandingkan harga, performa, dan ketersediaan suku cadang.
Berikut adalah daftar lengkap kembaran Daihatsu Rocky yang beredar di Indonesia dan luar negeri.
1. Daihatsu Rocky (Indonesia)

Harga OTR Jakarta Rp200–270 jutaan. Mesin 1.200 cc WA-VE 3-silinder atau 1.000 cc turbo, tersedia juga varian e-Smart Hybrid.
Konsumsi BBM non-hybrid 16–18 km/liter, sedangkan hybrid diklaim bisa tembus 28 km/liter. Plusnya: pilihan mesin variatif dan pajak relatif ringan. Minusnya: performa mesin 1.2L terasa biasa saja dibanding turbo.
2. Toyota Raize (Indonesia)

Harga OTR Jakarta Rp220–330 jutaan. Mesin 1.200 cc non-turbo atau 1.000 cc turbo. Varian turbo menghasilkan 98 hp dan torsi 140 Nm, dengan konsumsi sekitar 20 km/liter di luar kota.
Plusnya: jaringan servis luas dan resale value kuat. Minusnya: biaya perawatan turbo lebih tinggi.
3. Subaru Rex (Jepang)

Harga konversi Rp215–294 jutaan. Mesin 1.200 cc NA atau 1.000 cc turbo, tersedia juga varian hybrid dengan kombinasi mesin 82 hp dan motor listrik 106 hp.
Konsumsi hybrid diklaim 28 km/liter. Plusnya: teknologi hybrid lebih matang. Minusnya: harga di Indonesia bisa lebih tinggi jika masuk resmi karena pajak impor.
4. Perodua Ativa (Malaysia)
![Perodua Ativa hybrid atau Daihatsu Rocky yang telah beredar di Malaysia [Paultan].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/09/30/47461-perodua-ativa-02-paultan.jpg)
Harga konversi Rp230–270 jutaan (per 2026). Mesin 1.000 cc turbo 98 hp dan 140 Nm, tanpa opsi mesin NA. Konsumsi BBM sekitar 20 km/liter. Plusnya: fitur lengkap dengan harga kompetitif. Minusnya: tidak ada varian mesin 1.2L seperti Rocky.
Dengan empat wajah berbeda, Rocky dan saudara kembarnya menunjukkan bagaimana satu platform bisa menjelma jadi produk yang disesuaikan untuk pasar masing-masing.
Di Indonesia, Rocky dan Raize jadi pilihan populer di segmen SUV kompak. Di Jepang, Subaru Rex hadir dengan opsi hybrid yang lebih ramah lingkungan. Sementara di Malaysia, Perodua Ativa tampil sebagai SUV turbo murah meriah.
Bagi konsumen, ini berarti lebih banyak opsi dengan DNA yang sama: irit, kompak, dan tangguh. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan, preferensi merek, dan tentu saja budget.