- Konsumsi BBM mobil hybrid sangat dipengaruhi kondisi jalan dan intensitas penggunaan AC saat macet.
- Tiap merek hybrid memiliki risiko kerusakan komponen dan biaya perawatan yang berbeda-beda.
- Motor listrik menjadi solusi paling praktis dan hemat untuk mobilitas harian jarak dekat.
Keuntungannya? Harga baterai pengganti jauh lebih bersahabat di kantong dan penempatannya sangat ringkas.
"Baterainya itu murah sekali karena dia hanya kayak ibaratnya lu beli baterainya Audi, Mercy... Dia di bawah bangku passenger depan. Enggak seberapa gede dan yang paling sering rusak adalah si belt-nya... Tapi itu pun putusnya setelah 5 tahun sih. Menurut gua worth it to buy karena perawatannya cukup simpel."
4. Wuling Almaz Hybrid
![Wuling Almaz Hybrid. [Wuling]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/07/15/28133-wuling-almaz-hybrid.jpg)
Bermesin 2.000 cc, Almaz Hybrid menawarkan kelapangan kabin khas Wuling dengan konsumsi BBM yang secara teori sangat menjanjikan untuk melawan imbas kenaikan Pertamax. Sejauh ini, keluhan soal perawatan mobil ini masih sangat minim di meja bengkel.
"Secara paper sih dia paling ngirit, 1 banding 19. Cuman Almaz Hybrid gua belum dengar komplainan sih... bodinya lu dapat body Almaz, cukup sporty di dalamnya, cukup lega, feature-nya banyak."
5. Toyota Alphard Hybrid

Untuk segmen premium, Alphard Hybrid memberikan konsumsi BBM 1:18, jauh lebih irit dari versi bensin biasa yang hanya berkisar 1:6.
Namun, ruang kabin yang mewah sering menggoda pemilik untuk menambah perangkat elektronik, yang justru berakibat fatal pada kelistrikan bawaan pabrik.
"Di Malaysia itu ada yang Alphard-nya memang dia modif dalamnya dengan audio, itu membuat si baterai hybrid-nya cepat rusak. Yang kedua adalah dia modif dalamnya pasangin kulkas lagi... Kulkas itu mengambil listriknya dari si baterai, jebol juga tuh baterainya."