- Penyebab Kebocoran: Modifikasi mendadak pemasangan sunroof di atap lapis baja pada H-3 jelang pelantikan.
- Suspensi Keras: Wajar terjadi karena basisnya adalah rantis militer penopang pelat baja antipeluru yang tebal.
- Komitmen Nasionalisme: Meski sempat bocor dan keras, Presiden Prabowo tetap menggunakan mobil Pindad demi nasionalisme.
Suspensi ini dirancang dengan tingkat kekakuan (stiffness) tinggi agar mampu menopang bobot ekstrem dari pelat baja antipeluru (balistik) dan melibas medan off-road, bukan difokuskan untuk meredam guncangan (body roll) layaknya sedan mewah Eropa yang umumnya dibekali air suspension.
Mengubah karakter suspensi militer menjadi senyaman limosin VVIP tentu menjadi pekerjaan rumah yang menantang bagi tim Research and Development (R&D) Pindad.
Nasionalisme di Atas Segalanya
Berbagai masukan langsung dari Presiden selaku pengguna diakui Pindad sebagai feedback berharga untuk melakukan kalibrasi dan inovasi produk ke depan.
Menariknya, meski sempat kehujanan dan merasakan bantingan suspensi yang keras, komitmen Presiden Prabowo terhadap produk dalam negeri tidak surut. Ia menegaskan akan tetap mempertahankan kendaraan racikan anak bangsa tersebut sebagai mobil operasional utamanya.
"Demi nasionalisme, saya tetap pakai mobil ini," tegas Prabowo. Sebuah langkah nyata bahwa menyempurnakan industri otomotif lokal harus dimulai dari keberanian untuk menggunakannya.