- Irfan Ardiansyah raih dua podium berturut-turut di kelas AP250 berkat kelincahan motor Honda CBR250RR.
- Kestabilan sasis CBR600RR bawa Herjun Atna merebut podium ketiga SS600 melalui duel adu bodi.
- Mesin presisi CBR1000RR-R bantu Adenanta konsisten finis kedelapan pada kelas ASB1000 pasca masa pemulihan.
Suara.com - Astra Honda Racing Team (AHRT) sukses menjadikan Sirkuit Mobility Resort Motegi sebagai panggung pembuktian ketangguhan trah Honda CBR Series.
Pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 (13–14 Juni), bendera Merah Putih berkibar berkat paduan performa buas mesin dan taktik brilian para pebalap.
Kejutan Pebalap Pengganti & Kelincahan CBR250RR
Kejutan terbesar datang dari Irfan Ardiansyah di kelas Asia Production (AP) 250. Turun dengan status pebalap pengganti, Irfan justru tampil kesetanan menunggangi Honda CBR250RR.
Kelincahan motor seperempat liter ini membantunya bermanuver tajam di tikungan akhir dan melakukan aksi late-braking terukur. Hasilnya? Back-to-back podium kedua di dua race beruntun!
"Sejak awal, saya merencanakan serangan di dua lap terakhir. Strategi itu berjalan mulus berkat dukungan performa motor," ujar Irfan.
Rekan setimnya, Rheza Danica Ahrens, turut membuktikan agresivitas CBR250RR dengan merangsek dari posisi ke-13 untuk finis kelima di Race 1.

Aksi Gila CBR600RR Melayani Adu Bodi
Jika CBR250RR unjuk gigi lewat kelincahannya, kelas Supersport (SS) 600 menjadi arena pamer tenaga dan kestabilan sasis CBR600RR.
Herjun Atna Firdaus menyuguhkan aksi comeback dramatis usai tercecer ke posisi delapan saat start Race 1.
Di sinilah CBR600RR diuji batasnya. Motor ini terbukti sangat stabil saat diajak melayani duel wheel-to-wheel jarak dekat yang melibatkan kontak bodi dan aksi saling salip berturut-turut di lap akhir.
Ketangguhan ini membawa Herjun mengunci podium ketiga, disusul raihan posisi keempat pada Race 2 di tengah persaingan grup depan yang sangat rapat.
Presisi CBR1000RR-R di Kelas Premier Bergeser ke kelas tertinggi Asia Superbike (ASB) 1000, M. Adenanta Putra membuktikan bahwa CBR1000RR-R Fireblade tak hanya buas, tapi juga memiliki penyaluran tenaga yang presisi.
Baru saja pulih dari operasi arm pump, karakter tenaga motor yang linear sangat membantu Adenanta mengelola stamina selama 15 lap yang menyiksa. Ia sukses finis konsisten di posisi kedelapan pada kedua race.
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, mengapresiasi totalitas seluruh pebalap.
"Semoga hasil ini menjadi motivasi untuk tampil semakin kuat di putaran berikutnya dan terus mengharumkan nama Indonesia," tutupnya.
Hasil positif di Motegi ini mempertegas dominasi CBR Series di kancah Asia. Pembuktian selanjutnya akan tersaji di putaran keempat ARRC yang akan membakar aspal Sirkuit Mandalika, Indonesia, pada Agustus mendatang.