- Chery dan Huawei melakukan uji jalan Luxeed R7 di Indonesia guna menyesuaikan fitur dengan kondisi jalan lokal.
- Luxeed R7 merupakan mobil listrik jenis crossover dengan teknologi HuaweiOS, sensor LiDAR, serta performa mesin yang efisien.
- Desain kendaraan ini telah didaftarkan ke DJKI Indonesia oleh Huawei sebagai persiapan masuk ke pasar mobil listrik premium.
Suara.com - Chery Group menjadi salah satu pabrikan asal China yang gencar merilis mobil listrik termasuk untuk pasar Indonesia. Bahkan Chery sepertinya sudah menyiapkan produk ramah lingkungan yang menyasar segmen premium sebagai penantang BYD Seal.
Baru-baru ini salah satu produk kolaborasi Chery bersama Huawei yang diduga Luxeed R7 bahkan tertangkap sedang melakukan uji jalan. Hal ini biasa dilakukan para produsen otomotif untuk melakukan sejumlah penyesuaian dengan kondisi di Indonesia sebelum nantinya diluncurkan.
Dari segi desain, Luxeed R7 dikategorikan sebagai crossover. Tidak banyak penyematan ornamen ataupun bodykit, membuat model tersebut tampil minimalis tetapi elegan.
Pada bagiankaca depan, terlihat komponen sensor LiDAR disematkan guna membantu kinerja fitur-fitur keselamatan pada mobil. Pegangan pintu menggunakan model flush, memperkuat nuansa mewah dari Luxeed R7.
Mobil ini bahkan diklaim memiliki drag coefficient 0,219 Cd yang lebih rendah dari Tesla Model Y. Alhasil mobil dapat melaju lebih senyap dan minim penggunaan energi, khususnya saat berkendara di jalan tol.
Luxeed R7 teranyar tersedia dalam sembilan pilihan kelir eksterior, termasuk warna baru mereka yakni Aurora Green.

Di ruang kabin, Luxeed R7 dibekali floating screen 16,1 inci dengan resolusi tinggi dan panel instrumen 12,3 inci. Sistemnya dioperasikan oleh HuaweiOS.
Bentuk lingkar kemudinya sekilas mengingatkan pada setir yoke-style milik Tesla yang juga dilengkapi dengan Gear Shifter atau Paddle Shift.
Kenyamanan penumpang turut jadi perhatian. Tidak hanya jok baris depan, di baris kedua tersedia pengaturan kerebahan kursi sampai 37 derajat.
Bicara soal jantung pacu, Luxeed R7 versi EREV pakai motor elektrik bertenaga 227 kW atau setara 304 hp dan baterai 37 kWh, tawarkan daya jelajah listrik murni 201 kilometer.

Tipe tertinggi Luxeed R7 EREV pakai motor elektrik yang lebih bertenaga, dual-motor penggerak empat roda 382 kW (512 hp).
Sementara Luxeed R7 EV varian teratas dibekali dua motor elektrik 365 kW (489 hp), jarak tempuhnya 736 kilometer dalam satu kali pengisian daya.
Di China Luxeed R7 dibanderol dengan kisaran harga 249.800 yuan sampai 309.800 yuan atau setara Rp 587jutaan - Rp728 jutaan.
Sudah Didaftarkan di Indonesia
Desain mobil ini diduga sudah terdaftar di laman Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) No. 71/DI/2025 dengan nomor permohonan DI A00202405892.
Dimana model yang diyakini Luxeed R7 itu diajukan di bawah nama Huawei Technologies Co., Ltd, berlokasi di Shenzhen, Guangdong, China.
Menariknya Luxeed R7 tidak hanya tersedia dalam opsi Battery Electric Vehicle (BEV) saja tetapi juga Extended Range Electric Vehicle (EREV).