- Xiaomi Auto berhasil menguji SUV listrik YU7 GT secara otonom di sirkuit Nürburgring, Jerman pada Juni 2026.
- Kendaraan otonom tersebut menyelesaikan lintasan sejauh 20,8 kilometer dengan catatan waktu resmi 10 menit 29,483 detik.
- Pencapaian ini membuktikan kemampuan sistem autopilot Xiaomi dalam menghadapi kondisi lintasan ekstrem dan tantangan navigasi kompleks.
Suara.com - Xiaomi kembali mencatatkan pencapaian unik di dunia otomotif. SUV listrik YU7 GT berhasil menyelesaikan putaran penuh di sirkuit legendaris Nurburgring tanpa ada pengemudi di balik kemudi.
Catatan waktunya 10 menit 29,483 detik, menjadikannya mobil otonom pertama yang menuntaskan lap resmi di lintasan Nordschleife.
Pencapaian ini dilakukan oleh Xiaomi Auto, divisi otomotif dari raksasa teknologi asal Tiongkok. Mobil yang digunakan adalah YU7 GT, SUV listrik bertenaga 990 hp dengan sistem autopilot canggih.
Sebelumnya, model yang sama dengan pengemudi profesional mencatat rekor SUV di Nurburgring dengan waktu 7 menit 22,76 detik.
Lap bersejarah ini berlangsung pada Juni 2026, hanya sebulan setelah YU7 GT mencatat rekor tercepat untuk SUV dengan pengemudi manusia. Kali ini, Xiaomi ingin menunjukkan kemampuan teknologi autopilot dalam kondisi ekstrem di sirkuit balap.
Uji coba dilakukan di Nurburgring Nordschleife, Jerman. Sirkuit sepanjang 20,8 km ini dikenal sebagai salah satu trek paling menantang di dunia, dengan lebih dari 70 tikungan, blind crest, dan kombinasi elevasi yang ekstrem.
![Xiaomi YU7 dikritik karena menggunakan prosesor Snapdragon 8 Gen 3 yang biasa digunakan pada HP. Dinilai tidak aman. [Dok Xiaomi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/14/58600-xiaomi-yu7.jpg)
Pencapaian ini menunjukkan bahwa teknologi autopilot Xiaomi bukan sekadar gimmick untuk jalan raya. Dengan mampu menyelesaikan lap di Nurburgring, sistem ini membuktikan:
- Kapasitas membaca kondisi lintasan kompleks.
- Kemampuan menjaga margin aman di tikungan.
- Pemanfaatan torsi instan motor listrik untuk akselerasi di lintasan lurus.
Meski waktunya jauh lebih lambat dari pengemudi manusia, keberhasilan ini menandai langkah besar dalam pengembangan mobil otonom performa tinggi.
YU7 GT menggunakan sistem autopilot yang memadukan sensor Lidar, kamera, dan algoritma pengendalian canggih.
Mobil ini tidak menyerang tikungan dengan agresif, melainkan menjaga kecepatan aman. Namun, di lintasan lurus seperti Döttinger Höhe, tenaga 990 hp langsung melesat hingga batas kecepatan 210 km/jam.
Keterbatasan muncul karena limiter kecepatan, sehingga mobil tidak bisa melaju lebih cepat meski masih ada tenaga tersisa. Hal ini membuat catatan waktu masih bisa dipangkas jika batasan tersebut dihapus.
Bagi konsumen, pencapaian ini memberi gambaran masa depan mobil listrik otonom. Jika teknologi yang diuji di Nurburgring bisa diadaptasi ke jalan raya, maka mobil seperti YU7 GT berpotensi menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman, efisien, dan tetap bertenaga.