- Petugas Bapenda Jawa Barat melakukan kunjungan lapangan untuk mendata kendaraan yang belum melakukan daftar ulang pajak tepat waktu.
- Kegiatan yang diumumkan pada 9 Juli 2026 ini bertujuan memverifikasi data serta meningkatkan kepatuhan administrasi pemilik kendaraan bermotor.
- Masyarakat diimbau kooperatif agar sinkronisasi data kendaraan menjadi lebih tertib, akuntabel, dan mendukung kelancaran pembangunan daerah secara nasional.
Suara.com - Banyak pemilik kendaraan yang merasa kaget saat kediamannya didatangi petugas Samsat pembawa surat pemberitahuan kendaraan bermotor. Masyarakat diminta tidak perlu khawatir berlebihan karena kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pendataan resmi pemerintah.
Berdasarkan informasi dari Bapenda Jawa Barat, petugas yang datang merupakan tim penelusuran Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang atau KTMDU. Kehadiran mereka bertujuan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan data kendaraan tetap akurat dan bukan untuk menakut-nakuti pemilik motor maupun mobil.
"Kedatangan petugas penelusuran KTMDU bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan sebagai bagian dari upaya memperbarui data kendaraan dan meningkatkan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor" tulis Bapenda Jawa Barat pada Kamis (9 Juli 2026).
Istilah KTMDU sendiri merujuk pada kendaraan yang belum melakukan registrasi ulang atau belum melunasi kewajiban pajak sesuai masa berlakunya. Kendaraan dalam kategori inilah yang menjadi sasaran utama petugas untuk memverifikasi apakah status kepemilikan dan kondisi unit masih sesuai dengan fakta di lapangan.
Selain melakukan validasi data, kegiatan ini bertujuan memperbarui basis data kendaraan agar informasi pemilik tetap valid dalam sistem. Petugas di lapangan juga mengemban misi edukasi mengenai pentingnya membayar pajak tepat waktu demi ketertiban administrasi serta mendukung kelancaran pembangunan daerah.
Masyarakat diimbau untuk tetap kooperatif dan memberikan informasi yang jujur saat didatangi petugas. Langkah transparan dari pemilik kendaraan sangat membantu proses sinkronisasi data agar sistem administrasi kendaraan bermotor nasional menjadi lebih tertib.