- Mitsubishi meluncurkan Xforce Hybrid dengan mesin 1.6L MIVEC dan teknologi transmisi 2-speed transaxle di pasar otomotif Thailand.
- Kendaraan ini menawarkan tujuh mode berkendara serta efisiensi bahan bakar mencapai 24,4 kilometer per liter bagi penggunanya.
- Kesuksesan Xforce Hybrid di Indonesia bergantung pada strategi penetapan harga agar mampu bersaing dengan para kompetitornya.
Suara.com - Kehadiran Mitsubishi Xforce di kancah otomotif Asia Tenggara memang mencuri perhatian sejak awal kemunculannya.
Mobil yang mengusung tagline Enjoyment is a New Force ini menawarkan desain futuristik yang sangat kuat karakter SUV-nya.
Kini, sorotan tertuju pada versi ramah lingkungannya, yaitu Mitsubishi Xforce Hybrid atau HEV, yang sudah resmi melantai di Thailand.
Dengan embel-embel e:MOTION, Xforce Hybrid menjanjikan pengalaman berkendara yang bertenaga sekaligus efisien.
Pertanyaannya, jika nanti masuk ke pasar Indonesia, sejauh mana spesifikasinya mampu mengimbangi para pemain lama seperti Honda HR-V e:HEV dan Toyota Yaris Cross HEV?
Xforce HEV, upgrade signifikan?
Mari kita bedah mulai dari apa yang ada di balik kap mesinnya. Di Thailand, Mitsubishi menyematkan mesin yang berbeda untuk varian hybrid ini.
Jika Xforce reguler yang kita kenal di Indonesia menggunakan mesin 1.5L berkode 4A91 dengan tenaga 105 PS dan torsi 141 Nm, versi hybrid Thailand justru mengusung mesin 1.6L MIVEC DOHC.
Mitsubishi tidak main-main dalam meracik performa hybrid-nya. Mereka menggunakan sistem New Generation HEV yang dipadukan dengan transmisi 2-speed transaxle.
Kombinasi ini diklaim mampu menghasilkan akselerasi yang responsif namun tetap sangat irit, dengan konsumsi bahan bakar mencapai 24,4 kilometer per liter.
Selain mesin, perbedaan mencolok lainnya terletak pada fitur pendukung berkendara. Xforce hybrid di Thailand dibekali dengan 7 Drive Mode, yaitu Normal, Wet, Gravel, Tarmac, Mud, serta tambahan mode khusus hybrid yakni EV Priority dan Charge Mode.
Ini jauh lebih banyak dibandingkan Xforce Indonesia versi bensin yang hanya punya 4 mode berkendara (Normal, Wet, Gravel, Mud).
Keberadaan mode EV Priority memungkinkan mobil berjalan murni menggunakan tenaga listrik dalam situasi tertentu, yang tentu menjadi nilai jual utama bagi konsumen perkotaan.
Kompetitor yang menanti di Indonesia
Masuk ke arena persaingan sesama mobil hybrid, Mitsubishi Xforce HEV harus berhadapan dengan lawan berat.
![Honda HR-V e:HEV [Honda Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/25/19255-honda-hr-v-ehev-honda-indonesia.jpg)
Pertama ada Honda HR-V e:HEV yang sudah dikenal dengan torsi motor listriknya yang buas, yakni mencapai 253 Nm, serta tenaga mesin Atkinson Cycle 1.5L sebesar 106 PS.
HR-V e:HEV mengandalkan sistem e-CVT dan teknologi Honda SENSING untuk memikat hati konsumen yang mencari performa sekaligus keamanan canggih.
Di sisi lain, Toyota Yaris Cross HEV juga menjadi kompetitor yang sangat efisien dengan mesin 1.5L berkode 2NR-VEX yang menghasilkan tenaga gabungan sekitar 121,4 PS.
Yaris Cross HEV memiliki keunggulan pada fitur keselamatannya, Toyota Safety Sense (TSS), dan harga yang relatif lebih kompetitif di pasar Indonesia saat ini.
![TAM menilai pemerintah akan segera mengeluarkan aturan terkait insentif mobil hybrid di Indonesia. Foto: Toyota Yaris Cross hybrid. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/02/19/90753-toyota-yaris-cross-hybrid.jpg)
Jika diadu dari sisi fitur kabin, Xforce hybrid tetap mempertahankan kemewahannya dengan layar Smartphone-link Display Audio berukuran 12,3 inci yang sangat jernih.
Untuk urusan telinga, sistem audio Dynamic Sound Yamaha Premium dengan 8 speaker tetap menjadi andalan untuk memanjakan penumpang.
Fitur keselamatan Diamond Sense yang mencakup Forward Collision Mitigation (FCM), Adaptive Cruise Control (ACC), hingga Blind Spot Warning (BSW) juga sudah menjadi standar di varian tertingginya.
Secara spesifikasi fitur, Xforce sebenarnya sangat siap bertarung dengan HR-V maupun Yaris Cross.
Kans Xforce Hybrid jika hadir di Indonesia

Namun, ada satu catatan penting bagi Mitsubishi jika ingin membawa Xforce hybrid ke Indonesia. Belajar dari peluncuran Xforce reguler di tanah air, mobil ini sempat panen kritik soal harga.
Meskipun diakui memiliki kualitas pengerjaan atau build quality yang paling oke di kelasnya, banyak kaum mendang-mending yang merasa harganya kurang cocok dengan apa yang didapatkan, terutama karena absennya fitur panoramic roof yang dimiliki rival-rivalnya.
Saat ini, Xforce Ultimate di Indonesia dibanderol mulai dari kisaran Rp429.500.000. Jika versi hybrid hadir, harganya tentu akan melonjak lebih tinggi lagi.
Sebagai kesimpulan, kans Mitsubishi Xforce hybrid untuk sukses di Indonesia sangat besar asalkan Mitsubishi bisa meramu strategi harga yang tepat.
Spesifikasi mesin 1.6L hybrid dan 7 mode berkendara dari Thailand adalah modal kuat untuk menggoyang dominasi HR-V dan Yaris Cross.
Namun, Mitsubishi harus ingat bahwa di pasar Indonesia, pricing adalah kunci utama untuk menarik minat konsumen yang sangat sensitif terhadap nilai ekonomi sebuah kendaraan.
Jika harganya terlalu tinggi melampaui ekspektasi, secanggih apa pun teknologi e:MOTION yang ditawarkan, Xforce hybrid mungkin hanya akan menjadi pilihan segelintir pecinta setianya saja.