- Honda memperkenalkan mobil listrik Super One di Indonesia untuk bersaing dengan merek BYD dan Wuling yang dominan.
- Harga Honda Super One di Jepang mencapai Rp378 juta, namun belum jelas kompetitifnya di pasar Indonesia tanpa subsidi.
- Strategi elektrifikasi global Honda berubah dengan membatalkan beberapa model EV di Amerika Utara akibat peninjauan bisnis.
Suara.com - Honda tampaknya tengah mencoba peruntungan bisnis dengan melebarkan sayap ke segmen mobil listrik lewat perkenalan Honda Super One di Indonesia.
Dengan dimensi yang dimiliki, Honda Super One jelas harus bertarung dengan BYD Atto1 atau Wuling Air EV yang sudah lebih dulu mengisi segmen tersebut.
Namun kehadiran Honda Super One tampak seperti mencoba peruntungan di tengah kesulitan bersaing dengan mobil China yang terus menggerus penjualan mobil Honda.
Tentu yang menjadi tanda tanya, sanggupkah Honda menawarkan harga yang kompetitif untuk mobil listrik yang baru diperkenalkannya tersebut.
Beli melihat dari sisi harga, BYD Atto 1 saat ini dibanderol dengan kisaran harga Rp199 juta sampai Rp245 juta. Sementara harga Wuling Air EV berkisar antara Rp214 juta hingga Rp307 juta.
Di negara asalnya, Honda Super One dijual dengan harga 3.390.200 yen atau setara Rp378 jutaan. Namun terdapat subsidi hingga 1,3 juta yen dari pemerintah setempat untuk kendaraan yang terdaftar per 1 April 2026.
Bila mendapat subsidi terbesar yakni 1,3 juta yen, maka harganya menjadi 2.090.200 yen atau setara Rp233 jutaan. Namun yang menjadi catatan, pemerintah Indonesia tidak memberikan subsidi apapun untuk mobil listrik. Kembali lagi, mampukah Honda Super One berada diharga yang kompetitif.
Mencoba Peruntungan Mobil Listrik
Seperti sudah diinformasikan sebelumnya, Honda Motor Co., Ltd. mengumumkan perubahan besar dalam strategi elektrifikasi globalnya. Pabrikan otomotif asal Jepang tersebut memutuskan membatalkan pengembangan dan peluncuran tiga model kendaraan listrik (EV) yang semula direncanakan diproduksi di Amerika Utara.
Dikutip dari Global.honda, keputusan ini diambil setelah perusahaan melakukan peninjauan ulang terhadap strategi elektrifikasi di tengah perubahan lingkungan bisnis global.
Mernarik untuk diamati bagaimana strategi Honda Indonesia bisa membuat penjualan Honda Super One moncer di tengah persaingan dengan mobil listrik China.