Pemerintah Masih Pelit Insentif Mobil Hybrid Padahal Lebih Realistis Bagi Indonesia

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:53 WIB
Pemerintah Masih Pelit Insentif Mobil Hybrid Padahal Lebih Realistis Bagi Indonesia
Ilustrasi mobil hybrid Chery. [Antara]
baca 10 detik
  • Gaikindo mengkritik kebijakan pemerintah yang hanya memberikan insentif pada mobil listrik murni dan mengabaikan kendaraan jenis hybrid.
  • Jongkie Sugiarto mendesak pemberian insentif bagi kendaraan hybrid di Jakarta pada 14 Juli 2026 demi efisiensi transisi energi.
  • Pemberian insentif pada kendaraan hybrid bertujuan menjaga keberlangsungan industri komponen lokal agar tidak terdampak peralihan total ke listrik.

Suara.com - Kebijakan pemerintah yang hanya memprioritaskan insentif bagi mobil listrik murni kembali mendapat kritik tajam. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menilai langkah tersebut perlu dievaluasi karena mengabaikan potensi besar dari mobil hybrid, plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV, hingga range extender electric vehicle atau REEV.

Vice Chairman Market Development Gaikindo Jongkie Sugiarto menegaskan bahwa ketiga jenis kendaraan elektrifikasi tersebut layak mendapatkan dukungan fiskal. Menurutnya teknologi ini tidak hanya menguntungkan konsumen dari sisi efisiensi tetapi juga menjadi jembatan paling realistis dalam transisi menuju kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

“Saya sudah bilang dari dulu yang mesti dikasih insentif itu listrik dan hybrid, plug-in hybrid maupun REEV," ujar Jongkie di Jakarta pada Selasa 14 Juli 2026.

Ada beberapa alasan kuat mengapa dukungan pemerintah seharusnya diperluas. Mobil hybrid dan sejenisnya terbukti jauh lebih irit bahan bakar dan menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan mobil bensin konvensional. Selain itu kendaraan ini tidak memiliki ketergantungan penuh pada infrastruktur pengisian daya atau SPKLU yang distribusinya belum merata di berbagai daerah.

Dari sisi ekonomi Jongkie menilai harga mobil hybrid lebih kompetitif bagi masyarakat luas. Hal ini disebabkan penggunaan baterai yang jauh lebih efisien dan ringan jika dibandingkan dengan mobil listrik murni atau BEV.

"Karena baterainya kecil. Yang (BEV) itu besar, bisa 700 kilogram sampai 800 kilogram. Padahal yang kecil ini bisa jalan 80 kilometer sampai 100 kilometer, sudah cukup lah," katanya memberikan penjelasan.

Poin paling krusial yang disorot Gaikindo adalah nasib industri komponen dalam negeri. Jika pemerintah terlalu memaksakan peralihan total ke BEV tanpa mendukung fase hybrid maka banyak pabrik komponen lokal yang terancam gulung tikar.

"Mobil-mobil hybrid, plug-in hybrid, REEV masih memakai komponen-komponen ICE. Jadi saya tidak khawatir pabrik radiator tutup, pabrik knalpot tutup, pabrik filter tutup. Di mobil BEV kan komponen itu tidak dipakai. Itu yang terjadi di Thailand. Kita jangan sampai begitu," ucap Jongkie memperingatkan.

Gaikindo berharap pemerintah mempertimbangkan pemberian insentif meski besarannya mungkin berbeda dengan mobil listrik murni. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ekosistem industri otomotif nasional agar tetap stabil di tengah arus elektrifikasi global.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GIIAS 2026 Jadi Panggung Mobi Baru Asal China

GIIAS 2026 Jadi Panggung Mobi Baru Asal China

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:27 WIB

Pesona Mobil Listrik Mirip Suzuki Swift Racikan 'Geng' Wuling, Begini Bocorannya

Pesona Mobil Listrik Mirip Suzuki Swift Racikan 'Geng' Wuling, Begini Bocorannya

Otomotif | Senin, 13 Juli 2026 | 17:00 WIB

Raksasa Otomotif Dunia Terguncang, Berencana Suntik Mati Separuh Model dan Lakukan PHK

Raksasa Otomotif Dunia Terguncang, Berencana Suntik Mati Separuh Model dan Lakukan PHK

Otomotif | Senin, 13 Juli 2026 | 12:31 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×