- Toyota Indonesia mengekspor 145.080 unit kendaraan utuh ke pasar global selama Semester I 2026.
- Model Toyota Avanza dan Veloz mencatatkan kontribusi ekspor tertinggi di pasar internasional dengan total 32.571 unit.
- Peningkatan ekspor mobil Toyota ini didorong oleh kuatnya permintaan global serta dukungan dari rantai pasok lokal.
Suara.com - Ekspor mobil utuh atau CBU Toyota Indonesia meningkat pada Semester I 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), yang dikutip di Jakarta, Selasa (28/7/2026) sepanjang Januari-Juni 2026, Toyota Indonesia mengekspor sebanyak 145.080 unit kendaraan ke pasar global, atau meningkat 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi Toyota Indonesia dalam mendukung kinerja ekspor otomotif nasional, dengan mencatatkan kontribusi sebesar 57,6 persen dari total ekspor CBU Indonesia yang mencapai 251,705 unit.
Adapun secara keseluruhan, ekspor otomotif Indonesia tumbuh sebesar 7,7 persen.
Sejak memulai kegiatan ekspor pada 1987 hingga semester I 2026, secara kumulatif Toyota Indonesia telah mengekspor sebanyak 3.296.874 unit kendaraan karya anak bangsa ke lebih dari 100 negara di kawasan Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, dan Oseania.
"Konsistensi kinerja ekspor tidak terlepas dari hasil kerja keras anak bangsa dan kolaborasi yang melibatkan lebih dari 760 rantai pasok lokal, termasuk industri kecil dan menengah (IKM), serta dukungan dari Pemerintah Indonesia," kata Nandi.
Pertumbuhan ekspor selama paruh pertama 2026, lanjut dia, didorong oleh permintaan yang tetap kuat dari berbagai pasar tujuan ekspor.
Kawasan Asia menjadi tujuan ekspor terbesar dengan kontribusi mencapai 57,8 persen dari total ekspor Toyota Indonesia, diikuti oleh kawasan Amerika sebesar 29,5 persen, dan kawasan Timur Tengah 12,0 persen.
Hal ini juga tidak terlepas dari permintaan domestik yang kuat, peningkatan kandungan lokal, ekosistem industri yang terus berkembang serta kebijakan yang mendukung pengembangan industri, sehingga memperkuat daya saing industri otomotif nasional dan mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia.
Lebih lanjut, Nandi mengatakan kinerja ekspor Toyota Indonesia juga didukung oleh ekspor berbagai komponen, meliputi CKD (completely knocked down) parts atau bagian kendaraan terurai, komponen kendaraan, mesin utuh, komponen mesin, dan alat produksi seperti die (alat pencetak yang digunakan pada proses pengepresan).
Penerimaan positif terhadap kendaraan produksi Toyota Indonesia di pasar internasional turut didukung oleh proses pengembangan produk yang berangkat dari kebutuhan konsumen Indonesia.
Avanza dan Veloz Paling Laris
Toyota Avanza dan Veloz menjadi model paling laris di pasar ekspor. Dua model itu memberikan kontribusi ekspor sebanyak 32.571 unit, disusul Raize sebanyak 26.082 unit, dan dan Yaris Cross sebesar 20.441 unit.
Sementara kendaraan elektrifikasi Toyota juga semakin diminati. Jumlah ekspor Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV tumbuh 46,4 persen menjadi 12.693 unit. Secara kumulatif dari tahun 2023, kedua model tersebut telah diekspor ke berbagai negara dengan total volume melampaui 62.906 unit.
Sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang, Toyota Indonesia
juga mendorong pengembangan Flexy Fuel Vehicle (FFV) yang memanfaatkan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif.
Inisiatif ini tidak hanya mendukung upaya dekarbonisasi sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan bahan baku bioetanol dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.