- Memeriksa riwayat servis merupakan langkah penting sebelum membeli mobil bekas untuk mengetahui rekam jejak perawatan dan kondisi kendaraan.
- Data servis dapat mengungkap perawatan rutin, perbaikan besar, hingga penggantian komponen penting sehingga membantu menilai kondisi mobil secara lebih objektif.
- Berikut panduan mengecek riwayat servis mobil bekas agar terhindar dari risiko membeli kendaraan bermasalah.
Suara.com - Membeli mobil bekas bisa menjadi pilihan yang lebih hemat dibandingkan membeli kendaraan baru. Namun, calon pembeli tetap perlu berhati-hati agar tidak mendapatkan mobil dengan riwayat perawatan yang buruk atau pernah mengalami masalah serius.
Salah satu hal yang sebaiknya diperiksa sebelum melakukan transaksi adalah riwayat servis kendaraan. Dari data tersebut, Anda bisa mengetahui apakah mobil dirawat secara rutin, pernah mengalami perbaikan besar, hingga melihat rekam jejak penggantian komponen penting.
Memeriksa riwayat servis juga dapat membantu menilai kondisi mobil secara lebih objektif, sehingga tidak hanya bergantung pada tampilan fisik atau penjelasan dari penjual. Langkah ini dapat mengurangi risiko membeli mobil bekas yang memerlukan biaya perbaikan besar setelah digunakan.
Lantas, bagaimana cara mengecek riwayat servis mobil bekas sebelum membelinya? Melansir laman Toyota hingga Daihatsu, berikut panduan agar Anda bisa melakukan pemeriksaan dengan lebih teliti dan terhindar dari risiko tertipu saat memilih mobil bekas.
![Ilustrasi mobil bekas harga Rp80 jutaan. [Dok Suara.com/AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/30/92176-ilustrasi-mobil-bekas.jpg)
1. Minta Buku Servis Asli Kendaraan
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah meminta buku servis asli dari pemilik mobil. Buku ini biasanya berisi catatan servis berkala, tanggal perawatan, kilometer kendaraan saat servis, serta stempel bengkel resmi yang dapat menunjukkan apakah mobil dirawat secara rutin.
2. Periksa Kelengkapan Catatan Servis
Jangan hanya melihat keberadaan buku servis, tetapi cek juga isi catatannya secara teliti. Pastikan terdapat informasi mengenai jadwal servis, jenis pekerjaan yang dilakukan, penggantian suku cadang, hingga kenaikan odometer yang masuk akal dari satu servis ke servis berikutnya.
3. Verifikasi ke Bengkel Resmi
Apabila mobil rutin diservis di bengkel resmi, Anda dapat meminta penjual untuk membantu melakukan verifikasi riwayat servis. Banyak bengkel resmi menyimpan histori perawatan kendaraan berdasarkan nomor rangka (VIN) atau nomor polisi sehingga data tersebut bisa dicocokkan dengan buku servis yang diberikan.
4. Gunakan Aplikasi Resmi dari Pabrikan
Sejumlah produsen mobil telah menyediakan aplikasi resmi yang memungkinkan pemilik kendaraan melihat riwayat perawatan. Sebagai contoh, Toyota menyediakan aplikasi mToyota yang dapat menampilkan histori servis apabila kendaraan sebelumnya rutin dirawat di jaringan bengkel resmi Toyota.
5. Cocokkan Riwayat Servis dengan Kondisi Mobil
Riwayat servis sebaiknya sesuai dengan kondisi fisik kendaraan. Misalnya, apabila tercatat telah dilakukan penggantian kampas rem, ban, atau komponen tertentu, pastikan kondisinya memang sesuai dan tidak menunjukkan tanda-tanda yang bertolak belakang dengan catatan servis.

6. Waspadai Riwayat Servis yang Tidak Konsisten
Perhatikan apabila terdapat jeda servis yang terlalu lama, lonjakan kilometer yang tidak wajar, atau catatan yang tampak tidak lengkap. Ketidakkonsistenan tersebut bisa menjadi indikasi bahwa kendaraan kurang dirawat atau bahkan terdapat manipulasi odometer dan riwayat perawatan.
7. Cek Riwayat Kendaraan Secara Menyeluruh
Selain riwayat servis, periksa pula apakah mobil pernah mengalami kecelakaan berat, terendam banjir, atau berganti kepemilikan berkali-kali. Informasi tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi mobil sebelum Anda memutuskan untuk membelinya.
8. Lakukan Pemeriksaan Langsung atau Gunakan Jasa Inspeksi
Riwayat servis sebaiknya tidak menjadi satu-satunya acuan dalam membeli mobil bekas. Lakukan inspeksi menyeluruh terhadap mesin, kaki-kaki, transmisi, sistem kelistrikan, dan lakukan test drive, atau gunakan jasa inspeksi independen agar kondisi kendaraan benar-benar sesuai dengan catatan perawatannya.