- Pemilik mobil listrik Wuling Air EV wajib mengisi daya baterai LFP hingga penuh secara berkala agar sistem manajemen baterai dapat melakukan kalibrasi secara akurat.
- Pengguna harus menghindari pengisian daya dalam kondisi suhu ekstrem serta tidak menyimpan kendaraan terlalu lama saat kapasitas baterai sangat rendah guna mencegah kerusakan sel.
- Pengemudi perlu melindungi bagian bawah kendaraan dari benturan fisik keras demi mencegah kerusakan pada rumah pelindung serta komponen baterai di dalamnya.
Suara.com - Penggunaan baterai jenis Lithium Iron Phosphate atau LFP kini semakin populer pada berbagai model mobil listrik seperti Wuling Air EV. Berbeda dengan jenis baterai berbasis nikel, LFP menawarkan stabilitas termal yang lebih baik serta siklus hidup yang lebih panjang. Namun pemilik kendaraan tetap perlu memahami cara perawatan yang tepat agar kesehatan komponen ini terjaga dalam jangka panjang.
Salah satu keunikan baterai LFP adalah anjuran untuk melakukan pengisian daya hingga 100 persen secara berkala. Langkah ini sangat penting untuk membantu Battery Management System atau BMS melakukan kalibrasi estimasi kapasitas baterai secara akurat. Meski demikian pemilik tetap harus mengikuti panduan resmi dari pabrikan mengenai frekuensi pengisian penuh tersebut agar sel baterai tetap sehat.
Faktor suhu juga memegang peranan krusial dalam performa kendaraan listrik. Pemilik sebaiknya menghindari pengisian daya saat kondisi baterai terlalu dingin karena dapat menurunkan kemampuan sel dalam menerima arus listrik. Jika mobil memiliki fitur pemanasan awal baterai maka gunakanlah fitur tersebut sebelum melakukan pengisian cepat atau fast charging terutama saat cuaca dingin.
Selain masalah suhu rendah paparan panas berlebih juga harus dihindari sebisa mungkin. Parkir di tempat teduh sangat disarankan untuk mengurangi proses penuaan baterai akibat suhu tinggi yang ekstrem. Selain itu jangan pernah menyimpan kendaraan dalam waktu lama dengan kondisi daya yang sangat rendah karena terdapat risiko degradasi yang membahayakan fungsi sel.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga bagian bawah mobil dari benturan fisik yang keras. Mengingat posisi baterai umumnya terletak di bagian dasar kendaraan benturan serius dapat merusak rumah pelindung serta komponen sensitif di dalamnya. Pemilik kendaraan diingatkan untuk tidak menganggap baterai mobil listrik seperti tangki bensin pada mobil konvensional. Pola pengisian daya yang bijak dan perhatian terhadap suhu lingkungan akan memastikan umur pakai baterai menjadi jauh lebih panjang dan efisien.