Tak Kompetitif, Honda Tegur Suplier: Harga Kemahalan

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 03 September 2026 | 13:49 WIB
Tak Kompetitif, Honda Tegur Suplier: Harga Kemahalan
Honda Super-N. (Honda)
baca 10 detik
  • Honda meminta pemasok memangkas harga komponen untuk menekan biaya produksi hingga 1,5 triliun yen pada tahun 2030.
  • Kebijakan penghematan ini diambil setelah Honda mengalami kerugian tahunan akibat bisnis kendaraan listrik dan persaingan ketat merek China.
  • Strategi efisiensi ini mencakup standardisasi komponen, peninjauan bahan baku, serta rencana pembelian suku cadang dari China.

Suara.com - Menurut laporan Car and Driver, pabrikan asal Jepang ini menggelar pertemuan dengan para pemasok pada musim semi 2026 dan meminta mereka untuk memangkas harga komponen secara drastis.

Langkah ini bukan sekadar negosiasi biasa, melainkan strategi besar Honda untuk menekan biaya produksi hingga 1,5 triliun yen (sekitar Rp166,5 triliun) pada tahun 2030.

Honda memberikan target penghematan yang spesifik untuk setiap perusahaan pemasok.

Artinya, setiap suplier diminta menurunkan harga komponen sesuai kategori yang ditentukan. Fokus penghematan diarahkan pada tiga sektor utama:

  • Komponen pressed dan forged (komponen logam hasil cetakan dan tempa).
  • Komponen elektrikal.
  • Komponen terkait kendaraan berbasis software atau software-defined vehicles (SDV), yaitu mobil yang sebagian besar fungsi dan fitur dikendalikan lewat perangkat lunak.

Selain itu, Honda juga mendorong pemasok untuk meningkatkan penggunaan komponen standar yang bisa diperoleh dari pemasok tingkat dua dan tiga. Dengan cara ini, biaya produksi diharapkan lebih efisien.

Mengapa Honda Melakukan Ini

Langkah tegas ini muncul setelah Honda mencatat kerugian tahunan pertamanya sebagai perusahaan publik.

Kerugian tersebut sebagian besar berasal dari bisnis kendaraan listrik (EV) yang diperkirakan akan terus membengkak hingga lebih dari $12 miliar (sekitar Rp212,5 triliun) dalam beberapa tahun ke depan.

Kerugian itu bukan hanya karena biaya produksi tinggi, tetapi juga akibat persaingan ketat dengan merek asal China.

Produsen China dikenal lebih efisien karena memiliki integrasi vertikal—artinya mereka mengendalikan banyak tahapan produksi sendiri sehingga bisa menekan harga jual.

baca juga

Honda yang masih bergantung pada jaringan pemasok harus mencari cara agar biaya produksinya bisa bersaing.

Dampak ke Pemasok

Honda Brio 2026. (Honda)
Mobil Honda. (Honda)

Permintaan Honda ini disebut sangat berat. Beberapa sumber menyebutkan tidak jelas apakah pemasok mampu memenuhi target penghematan yang diminta.

Honda bahkan meminta pemasok untuk meninjau ulang cara mereka mendapatkan bahan baku, sekaligus meningkatkan penggunaan komponen standar.

Bagi pemasok, ini berarti harus mencari cara baru agar tetap bisa memenuhi kualitas yang diminta Honda, tetapi dengan harga lebih rendah. Jika tidak, mereka berisiko kehilangan kontrak jangka panjang.

Strategi Tambahan

Selain menekan harga dari pemasok, Honda juga berencana meningkatkan standar komponen agar bisa digunakan lintas model.

Strategi ini disebut parts standardization. Dengan komponen yang seragam, biaya produksi bisa ditekan karena jumlah produksi lebih besar dan proses lebih sederhana.

Honda juga disebut akan lebih banyak membeli komponen dari pemasok asal China. Langkah ini tentu menimbulkan pertanyaan, karena bisa berdampak pada pemasok lokal di Jepang maupun negara lain.

Namun, dari sisi bisnis, sourcing dari China dianggap lebih murah dan efisien.

Langkah Honda ini terjadi di tengah tren besar industri otomotif yang sedang beralih ke kendaraan listrik.

Banyak produsen besar menghadapi tekanan biaya karena teknologi EV masih mahal, sementara konsumen menuntut harga terjangkau.

Dengan target penghematan hingga triliunan yen, Honda berharap bisa menyeimbangkan biaya produksi dan tetap kompetitif di pasar global.

Jika berhasil, strategi ini bisa menjadi contoh bagaimana produsen besar beradaptasi menghadapi persaingan ketat dari merek China dan tekanan regulasi di berbagai negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin: Mulai 2030 TKDN Mobil Listrik Capai 80 Persen

Menperin: Mulai 2030 TKDN Mobil Listrik Capai 80 Persen

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 13:07 WIB

Laris Manis di Negara Seberang, Mengapa Penjualan KIA di Indonesia Justru Loyo?

Laris Manis di Negara Seberang, Mengapa Penjualan KIA di Indonesia Justru Loyo?

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 12:44 WIB

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:45 WIB

AISMOLI Ingatkan Industri Motor Listrik Fokus pada Kualitas Produk Selain Insentif Pemerintah

AISMOLI Ingatkan Industri Motor Listrik Fokus pada Kualitas Produk Selain Insentif Pemerintah

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Prajurit Hadir di Miss Transgender Dunia Pakai Seragam Dinas, Mabes TNI Bakal Periksa dan Evaluasi

Prajurit Hadir di Miss Transgender Dunia Pakai Seragam Dinas, Mabes TNI Bakal Periksa dan Evaluasi

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:46 WIB

Remaja Lelaki Pekanbaru Dirampok Teman Kencan usai Kenalan di Aplikasi Gay

Remaja Lelaki Pekanbaru Dirampok Teman Kencan usai Kenalan di Aplikasi Gay

Riau | Kamis, 03 September 2026 | 13:44 WIB

Bolehkah Makanan Panas Langsung Masuk Kulkas? Hati-hati, Ini Dampak Buruknya

Bolehkah Makanan Panas Langsung Masuk Kulkas? Hati-hati, Ini Dampak Buruknya

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 13:43 WIB

SEMA UGM Bongkar Kebohongan Konten Polda DIY: Itu Tim Medis Bawa Mylanta, Bukan Merica

SEMA UGM Bongkar Kebohongan Konten Polda DIY: Itu Tim Medis Bawa Mylanta, Bukan Merica

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:42 WIB

Media Inggris Bongkar Kebakaran Hutan di Indonesia karena Kebobrokan Ini

Media Inggris Bongkar Kebakaran Hutan di Indonesia karena Kebobrokan Ini

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:40 WIB

Bagaimana Cara Menyeimbangkan 5 Elemen Feng Shui di Rumah?

Bagaimana Cara Menyeimbangkan 5 Elemen Feng Shui di Rumah?

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 13:40 WIB

Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?

Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 13:40 WIB

Siapa Raisya Bawazier? Ini Alasan Kenapa Rumah Tangganya Jadi Perbincangan

Siapa Raisya Bawazier? Ini Alasan Kenapa Rumah Tangganya Jadi Perbincangan

Entertainment | Kamis, 03 September 2026 | 13:39 WIB

Emas 2,2 Kg Diklaim Lenyap Sejak 2013, BJB Syariah Buka Suara

Emas 2,2 Kg Diklaim Lenyap Sejak 2013, BJB Syariah Buka Suara

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 13:39 WIB

Kasus Keracunan MBG Disorot Dunia, 3 Media Asing Bongkar Sisi Gelap Program Prabowo

Kasus Keracunan MBG Disorot Dunia, 3 Media Asing Bongkar Sisi Gelap Program Prabowo

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:35 WIB

×