Pemerintah Siapkan Skema Insentif Baru Kendaraan Listrik Berbasis Kandungan Lokal

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Jum'at, 04 September 2026 | 16:05 WIB
Pemerintah Siapkan Skema Insentif Baru Kendaraan Listrik Berbasis Kandungan Lokal
Ilustrasi Kendaraan Listrik ( Pexels/Smart-me AG )
baca 10 detik
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengumumkan rencana insentif kendaraan listrik berbasis TKDN di Subang, Jawa Barat, pada Jumat, 4 September 2026.
  • Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat struktur industri manufaktur dan melibatkan pemasok lokal agar investasi tidak hanya berhenti pada tahap perakitan.
  • Pemerintah menargetkan peningkatan nilai TKDN kendaraan listrik secara bertahap, yakni minimal 40 persen pada tahun 2026 hingga mencapai 80 persen pada tahun 2030.

Suara.com - Pemerintah tengah menyusun skema insentif kendaraan listrik yang lebih spesifik dengan mempertimbangkan besaran tingkat komponen dalam negeri atau TKDN. Melalui kebijakan ini kendaraan yang memiliki kandungan lokal lebih tinggi berpeluang mendapatkan dukungan lebih besar dalam pemberian insentif.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa kajian terhadap skema tersebut bertujuan untuk mendorong produsen meningkatkan nilai TKDN mereka. Hal ini dilakukan agar kebijakan pemerintah benar-benar berdampak pada penguatan struktur industri manufaktur di tanah air.

“Kita akan coba mulai hitung dan kita akan coba pelajari memberikan program insentif yang berbasis penguatan nilai TKDN. Selain itu, we akan koordinasikan juga dengan Kemenkeu ide yang sangat baik ini” ujar Agus di Subang Jawa Barat pada Jumat 4 September 2026.

Agus menilai peningkatan kandungan lokal sangat penting agar investasi kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya terpaku pada proses perakitan. Pemerintah ingin lebih banyak industri komponen dan pemasok lokal yang terlibat aktif dalam ekosistem serta rantai pasok kendaraan listrik global.

“Semakin tinggi nilai TKDN itu semakin perlu mendapat perhatian dari pemerintah, termasuk persiapan-persiapan insentifnya agar investasi tidak berhenti pada tahap perakitan saja” katanya menambahkan.

Langkah strategis ini sejalan dengan peta jalan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau KBLBB yang menargetkan peningkatan TKDN secara bertahap. Pada tahun 2026 kendaraan listrik diwajibkan memiliki TKDN minimal 40 persen. Angka tersebut akan ditingkatkan menjadi 60 persen pada periode 2027 hingga 2029 dan ditargetkan mencapai 80 persen pada tahun 2030.

Dengan adanya insentif berbasis TKDN pemerintah berharap ekosistem kendaraan listrik di Indonesia menjadi lebih terintegrasi. Hal ini meliputi pengolahan bahan baku pembuatan baterai produksi kendaraan hingga industri daur ulang baterai. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pasar sekaligus memberikan nilai tambah yang signifikan bagi industri otomotif nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin: Mulai 2030 TKDN Mobil Listrik Capai 80 Persen

Menperin: Mulai 2030 TKDN Mobil Listrik Capai 80 Persen

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 13:07 WIB

Perlu Ada Insentif untuk Dorong Pembangunan Pengisi Ulang Baterai Motor Listrik di Luar Jawa

Perlu Ada Insentif untuk Dorong Pembangunan Pengisi Ulang Baterai Motor Listrik di Luar Jawa

Otomotif | Rabu, 02 September 2026 | 11:43 WIB

Seperempat Penjualan Mobil di Eropa Kini Didominasi Kendaraan Listrik

Seperempat Penjualan Mobil di Eropa Kini Didominasi Kendaraan Listrik

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

×