- AISMOLI mengusulkan adanya insentif fiskal untuk mendorong investasi infrastruktur kendaraan listrik di luar Jawa.
- Dukungan pemerintah bersama PT PLN diperlukan untuk membangun pasar baru dan meningkatkan kepercayaan calon pengguna sepeda motor listrik di daerah.
- Kementerian ESDM mencatat sebanyak 1.907 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga Maret 2026.
Suara.com - Insentif fiskal diperlukan untuk mendorong investasi pembangunan infrastruktur pengisi ulang baterai kendaraan listrik di luar Jawa dan wilayah lain yang secara komersial dinilai belum layak.
Usul ini disampaikan PR & Event Executive AISMOLI Riniwaty Sinaga pada Selasa (1/9/2026).
“Selain pembangunan langsung, pemerintah juga dapat mempertimbangkan insentif fiskal bagi investasi charging dan infrastruktur swapping (tukar) baterai, terutama untuk wilayah yang secara komersial belum feasible (layak),” Riniwaty.
Riniwaty mengatakan pendekatan serupa digunakan di China untuk mempercepat pembangunan ekosistem sekaligus membuka pasar di wilayah yang infrastrukturnya masih tertinggal.
Ia mengatakan dukungan pemerintah diperlukan agar pembangunan infrastruktur tidak hanya terkonsentrasi di wilayah dengan jumlah pengguna yang sudah tinggi, tetapi juga dapat menjangkau daerah yang memiliki potensi pengembangan sepeda motor listrik.
Dengan demikian, pengembangan infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai di daerah diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan adopsi sepeda motor listrik.
Riniwaty mengatakan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa saat ini masih mengikuti konsentrasi pengguna sepeda motor listrik yang sebagian besar berada di Jawa, terutama wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
“Dari perspektif bisnis, investasi infrastruktur biasanya mengikuti populasi pengguna agar tingkat utilisasi dan keekonomiannya tercapai. Namun, infrastruktur yang tersedia lebih dahulu juga dapat meningkatkan kepercayaan diri calon pengguna,” kata Riniwaty.
Menurut dia, pemerintah bersama PT PLN (Persero) dapat berperan sebagai penggerak pasar di wilayah yang permintaannya belum terbentuk, terutama di luar Jawa dan daerah yang memiliki surplus pasokan listrik.
Kehadiran infrastruktur lebih awal dinilai dapat meningkatkan kepercayaan calon pengguna untuk beralih ke sepeda motor listrik. Karena itu, pembangunan infrastruktur tidak hanya perlu mengikuti permintaan yang sudah terbentuk, tetapi juga dapat digunakan untuk mendorong terbentuknya pasar baru.
Hingga Maret 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 4.892 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah beroperasi di 3.163 titik.
Sementara itu, Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) juga terus berkembang untuk mendukung ekosistem motor listrik nasional.
Sebanyak 1.907 SPBKLU telah tersebar di Indonesia hingga Maret, 1.480 unit di antaranya berada di Jawa, 238 unit di Sumatera, 120 unit di Bali, 48 unit di Sulawesi, 20 unit di Kalimantan, dan 1 unit di Nusa Tenggara.