- PERIKLINDO dan Gemalindo resmi menyelenggarakan PEVC 2026 di Movenpick Hotel Jakarta City Centre pada Rabu, 28 Oktober 2026.
- Konferensi internasional ini dihadiri oleh 500 peserta kunci untuk membentuk masa depan mobilitas hijau dan memperkuat ekosistem EV global.
- Acara ini menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman strategis antara berbagai entitas internasional guna mempercepat transisi energi transportasi.
Suara.com - Gelaran tahun ketiga dari konferensi industri kendaraan listrik terdepan di Indonesia, PERIKLINDO Electric Vehicle Conference 2026 telah resmi diselenggarakan oleh Asosiasi Industri Kendaraan Listrik Indonesia bekerjasama dengan Gemalindo di Movenpick Hotel Jakarta City Centre, Rabu (28/10/2026).
Mengangkat tema utama "The Future of a Clean and Efficient Mobility", PEVC 2026 dirancang sebagai forum strategis skala internasional untuk membentuk masa depan mobilitas hijau, memacu adopsi kendaraan listrik, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok dan ekosistem industri EV global, serta pembangunan ekonomi rendah karbon.
Penyelenggaraan PEVC 2026 merupakan kelanjutan dari edisi sebelumnya pada tahun 2024 dan 2025 di Bali, yang berhasil menghimpun lebih dari 630 peserta, 41 pembicara global dan nasional, serta 31 sesi diskusi komprehensif.
Dengan rekam jejak tersebut, PEVC 2026 kini hadir di Jakarta untuk menjangkau pemangku kepentingan yang lebih luas, dengan target 500 peserta kunci yang terdiri dari jajaran pemerintah, regulator, pelaku industri, investor, akademisi, peneliti, hingga perusahaan teknologi. Termasuk perwakilan internasional dari Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, dan negara-negara lainnya.
Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat transisi energi di sektor transportasi.
"PEVC 2026 merupakan wujud komitmen kolektif PERIKLINDO bersama seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam revolusi mobilitas listrik. Melalui konferensi ini, kita menyelaraskan langkah antara kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, dan kesiapan industri guna menciptakan ekosistem transportasi ramah lingkungan yang efisien, mandiri, serta berdaya saing tinggi," kata Moeldoko.
Rangkaian acara terbagi ke dalam empat sesi pilar diskusi strategis yang mengulas prospek ekonomi, teknologi otomatisasi, elektrifikasi armada logistik, hingga pengaplikasian EV pada sektor maritim dan industri.
Selain rangkaian diskusi panel, PEVC 2026 juga menjadi panggung penting bagi Penandatanganan Nota Kesepahaman antara berbagai entitas strategis, seperti Autoguard Group, Tsing Hua University, Koleksi, Northbound Strategist, Policy+, dan Taiwan Smart Electric Bicycle Association.