Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Achmad Fauzi

Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB
Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan
Ilustrasi industri manufaktur. [ist]
baca 10 detik
  • Pemerintah menerbitkan kebijakan IOMKI pada tahun 2020 untuk menjaga operasional pabrik dan melindungi jutaan pekerja.
  • Insentif PPnBM DTP sektor otomotif berhasil mendongkrak penjualan mobil nasional serta memicu pemulihan ekonomi secara drastis.
  • Peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur terus berlanjut hingga tahun 2024 dan 2025.

Suara.com - Industri manufaktur Indonesia menunjukkan pemulihan setelah sempat tertekan akibat pandemi Covid-19 pada 2020. Sejumlah kebijakan pemerintah saat itu dinilai berperan menjaga keberlangsungan operasional pabrik, memulihkan permintaan pasar, hingga memperkuat kemandirian industri dalam negeri.

Tiga kebijakan yang menjadi sorotan adalah Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI), insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP), serta penguatan industri dalam negeri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan pada 2020, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menerbitkan kebijakan IOMKI agar kegiatan pabrik tetap berjalan dengan kewajiban menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hingga pertengahan Juni 2020, sebanyak 17.466 IOMKI telah diterbitkan. Menurut Kementerian Perindustrian, kebijakan tersebut membantu melindungi sekitar 4,9 juta pekerja dari risiko pemutusan hubungan kerja (PHK). Pengawasan juga dilakukan melalui pencabutan izin bagi perusahaan yang melanggar protokol kesehatan.

Ilustrasi kawasan industri. [Unsplash]
Ilustrasi kawasan industri. [Unsplash]

"Indonesia adalah salah satu negara pertama yang membuat instrumen kebijakan untuk menjaga keberlangsungan industri manufaktur dari dampak pandemi," ujar Agus Gumiwang seperti dikutip Senin (26/10/2026).

Selain menjaga operasional pabrik, pemerintah berupaya memulihkan permintaan melalui insentif PPnBM DTP untuk sektor otomotif. Kebijakan ini dipilih karena industri otomotif memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor lain, mulai dari baja, karet, kaca, plastik, hingga komponen elektronik, dengan sekitar 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang rantai nilainya.

Sebulan setelah insentif diberlakukan, penjualan mobil nasional meningkat 88 persen. Sepanjang Maret hingga November 2021, penjualan mobil mencapai 487 ribu unit, tumbuh 71,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemulihan tersebut turut mendorong pertumbuhan industri manufaktur. Pada triwulan II 2021, sektor manufaktur tumbuh 6,91 persen dan menjadi sumber pertumbuhan terbesar bagi ekonomi nasional yang tumbuh 7,07 persen. Capaian tersebut menandai berakhirnya empat triwulan kontraksi ekonomi secara beruntun dan keluarnya Indonesia dari resesi.

Kebijakan ketiga dilakukan melalui konsolidasi industri dalam negeri, terutama untuk memenuhi kebutuhan penanganan pandemi. Industri nasional didorong memproduksi berbagai kebutuhan, seperti ventilator, alat pelindung diri (APD), obat-obatan, oksigen, dan masker.

baca juga

Upaya tersebut memungkinkan kebutuhan penanganan pandemi dipenuhi secara mandiri oleh industri dalam negeri. Langkah ini juga membantu meningkatkan utilisasi dan penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur.

Kinerja industri kemudian menunjukkan penguatan dalam beberapa tahun berikutnya. Jumlah tenaga kerja manufaktur meningkat dari 17,44 juta orang pada 2020 menjadi 20,26 juta orang pada 2025. Sementara itu, investasi industri manufaktur meningkat dari Rp259 triliun pada 2020 menjadi Rp697 triliun pada 2024.

Pada triwulan II 2026, industri manufaktur tumbuh 5,32 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. Meski demikian, keberlanjutan investasi, permintaan pasar, dan respons kebijakan tetap menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas serta memperluas kesempatan kerja.

Ekonom INDEF Esther Sri Astuti menilai Indonesia berhasil menyelamatkan kinerja industri manufaktur selama pandemi, meskipun pemulihannya belum sepenuhnya tuntas.

"Meski belum sepenuhnya pulih, tergambar dari PMI yang mayoritas bertahan di zona ekspansif pascapandemi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Pemerintah Genjot Industri Komik Nasional lewat Pemerataan Distribusi IP

Pemerintah Genjot Industri Komik Nasional lewat Pemerataan Distribusi IP

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:49 WIB

Toffin Indonesia Jangkau 3.000 Peserta di 30 Kota Lewat Program Pengembangan F&B

Toffin Indonesia Jangkau 3.000 Peserta di 30 Kota Lewat Program Pengembangan F&B

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Terkini

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kuota BBM Pertalite Mau Ditambah, APBN Bisa Jebol?

Kuota BBM Pertalite Mau Ditambah, APBN Bisa Jebol?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Biaya Hidup Meroket, Gaji Stagnan: Kenapa Anak Muda yang Disalahkan?

Biaya Hidup Meroket, Gaji Stagnan: Kenapa Anak Muda yang Disalahkan?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Mobil Listrik BMW Disita, Suami Fadia Arafiq akan Dipanggil KPK Lagi

Mobil Listrik BMW Disita, Suami Fadia Arafiq akan Dipanggil KPK Lagi

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Dua Kali Mangkir, KPK akan Panggil Lagi Nusron Wahid Secepatnya

Dua Kali Mangkir, KPK akan Panggil Lagi Nusron Wahid Secepatnya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Penjualan OMODA 5 di Malaysia Dibekukan Dampak Kasus As Roda Lepas

Penjualan OMODA 5 di Malaysia Dibekukan Dampak Kasus As Roda Lepas

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Telur Surplus, Tepung Telur Masih Impor: Pemerintah Baru Mau Bangun Pabrik

Telur Surplus, Tepung Telur Masih Impor: Pemerintah Baru Mau Bangun Pabrik

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan

Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Novel Baswedan Khawatir Penghapusan Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bikin Korupsi Besar Tak Terungkap

Novel Baswedan Khawatir Penghapusan Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bikin Korupsi Besar Tak Terungkap

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:08 WIB

×