SuaraPekanbaru.id- Kedua tersangka kasus penganiayaan David Ozora yakni Mario Dandy dan Shane Lukas selalu tertunduk, ketika rekontruksi dilakukan.
Rekonstruksi yang digelar oleh kepolisian itu dilaksanakan di komplek Green Permata, Jakarta Selatan, Jumat (10/3) kemarin.
Jonathan Latumahina ayah dari David Ozora, melihat pemandangan dari kedua tersangka, yang selalu menunduk dan menangis.
Dia pun langsung memberikan sepatah dua kata atas sikap sikap anak bungsu Rafael Alun Trisambodo tersebut.
Perbedaan nyali dari kedua tersangka ketika insiden penganiayaan terjadi dengan rekonstruksi terjadi begitu terlihat mencolok.
Sikap Mario ketika awal kasus ini mencuat dan ditetapkan menjadi tersangka, masih tapka begitu arogan. Dia mendongak kepala ketika resmi mengenakan baju tahana di Mapolres Metro Jakarta Selatan.
Tapi hal itu berubah ketika proses rekonstruksi berlangsung. Mario dan Shane terlihat menunduk terus, dan beberapa kali menangis.
Jonathan Latumahina yang melihat sikap Mario Dandy dan Shane Lukas yang seperti itu memberikan komentar.
Ketika digiring oleh Polisi, Mario Dandy berjalan dengan kepala tertunduk, Melihat itu, Jonathan meledek dalam akun Twitternya.
![Rekonstruksi kasus penganiayaan terhadap David Ozora yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo. Hadir juga Shane Lukas di lokasi reka adegan. Sadinya Mario aniaya David terungkap. [Foto: Suara.com - Alfian Winnato]](https://media.suara.com/suara-partners/pekanbaru/thumbs/1200x675/2023/03/10/1-rekonstruksi-kasus-penganiayaan-david-ozora-mario-dandy-satriyo-shane-lukas-agnes-gracia.jpg)
“Udah bisa nunduk ya, coba dongak lagi kepalanya pen liat,” cuit Jonathan Latumahina dikutip dari Twitter pribadinya, Sabtu (11/3/2023).
Mario Dandy tak segarang ketika melakukan penganiayaan di malam nahas itu. Dia memperagakan adegan demi adegan, dengan sikap yang tidak ada tenaga.
Dirinya juga menangis di beberapa adegan yang dilakukan. Terutama ketika seorang saksi berinisial N, ibu dari teman David teriak dan menghampiri para tersangka. (*)