SuaraPekanbaru.id - Menjelang Bulan Ramadhan, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengajak seluruh umat beragama untuk menghargai mereka yang berpuasa.
Jadi, katanya, selama Bulan Ramadhan, masyarakat agar saling menghargai, tidak makan dan minum di ruang publik.
“Seluruh umat beragama diminta untuk menghargai mereka yang berpuasa, agar mereka yang tidak berpuasa jangan makan minum di ruang-ruang publik, demi menjaga atau menghornati bagi mereka-mereka yang puasa,” kata Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi di kantor Kemenag RI, Jakarta, sebelum Bulan Ramadhan.
Namun, ajakan wakil rakyat tersebut sontak menuai nyinyiran dari sejumlah warganet di media sosial. Seperti yang tampak di Twitter.
"Pak, mending puasa korupsi, suap dan terima duit gak jelas dulu deh di DPR. Gak usah ngurusin orang puasa apa ngga. Gak pantes, pak," kata @Dennysiregar7 dalam cuitannya di Twitter, Kamis 23 Maret 2023.
Cuitannya mengundang reaksi hebat dari warganet lainnya. Dalam tempo dua jam saja, cuitan tersebut telah dilihat oleh lebih dari 29 ribu warganet, disukai 865 orang, di-retweet 186 orang, dan dikutip 21 orang,
Pada umumnya, mereka heran atas pernyataan Ketua Komisi VIII DPR RI itu. Mereka pandang penyataan wakil rakyat itu tidak penting.
Pasalnya, tidak ada masalah bagi orang yang berpuasa ketika ada orang lain yang makan minum di depannya.
"Kek yang baru belajar puasa saja, masa ngelihat yg makan jadi mengganggu Puasa??? Kalau udah niat puasa mah lihat yg makan minum/makanan seharian juga gak akan pengen ngebatalin kok," kata seorang warganet.
Baca Juga: 10 Universitas Islam Paling Diminati Calon Mahasiswa Baru 2023, UIN Imam Bonjol Nomor 5 di Indonesia
Bahkan, pernyataan Orang DPR itu terkesan merendahkan iman orang yang berpuasa pada Bulan Ramadhan.
"Nah thisss. Sebagai muslim jg gw aneh banget kl ada org yg nyuruh2 jangan makan depan kita2. Padahal mah makan2 aja silakan, ga bakal kegoda ini. Emg iman lo setipis tisu dibagi 2 kah?" ujar warganet lainnya. ***