SUARA PEKANBARU - Sebuah video yang memperlihatkan seorang jemaah nekat melempar sandal ke imam sholat viral di media sosial.
Tampak seorang pria dengan berambut gondrong mengenakan baju berwarna ungu mau ke shaf terdepan, lalu ia mencoba untuk melempar dan memukul imam.
Peristiwa itu, kemudian cepat diketahui oleh sang imam, sehingga dengan segera dirinya mengelak.
Saat melihat hal itu, jamaah yang lain langsung mencoba mencegah, dan membawa pria tersebut keluar masjid.
Selain menarik perhatian publik, video itu pun dikomentari oleh Ustadz Adi Hidayat melalui kanal YouTube Ceramah Pendek.
Ustadz Adi Hidayat mengatakan, kalau seorang imam harus tahu kondisi dari makmumnya. Sang imam, diharapkan menyesuaikan bacaan dengan kondisi para makmum.
"Imam yang membaca ayat panjang sebaiknya melihat dulu kadar kekuatan dari makmumnya," kata Ustadz Adi Hidayat.
Jadi sebelum memulai shalat, imam disunnahkan untuk melihat makmum yang ada di belakang. Tujuannya melihat siapa saja yang ikut dalam sholat berjamaah.
"Maka disunnahkan untuk menengok dulu ke belakang. Lihat kondisi makmum, apakah ada (orang) tua, dan sakit sehingga tidak bisa berlama-lama dalam sholatnya," ucap Ustadz Adi Hidayat.
Kemudian, Ustadz Adi Hidayat menceritakan, sebuah kejadian serupa di zaman Nabi. Pernah suatu kali ada seorang sahabat yang mengerjakan shalat sedang membaca surat Al-Baqarah.
Hal tersebut membuat sahabat lainnya mengadu kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah lantas menegur sahabat itu, supaya bisa memperpendek bacaannya ketika melaksanakan sholat.
Itu karena imam memang harus paham dengan kepentingan makmum yang ada di belakangnya.
Banyak kepentingan bagi mereka yang ikut dalam shalat berjamaah ini, mungkin saja mereka ada yang sedang beristirahat untuk sholat sebelum melanjutkan perjalanan jauh.
"Nabi pernah menegur sahabat yang membaca ayat panjang saat sholat berjamaah," kata Ustadz Adi Hidayat. (*)