Seperti hasil editan

Tampak foto buku tabungan milik Mustofa yang beredar seperti hasil editan. Hal itu terlihat dari warna kertas buku tabungan yang berbeda.
Pada bagian atas berisi ditentitas Mustofa tapak buku tabungan kusam atau seperti sudah lama. Sedangkan pada foto bagain bawah, terlihat buku tabungan seperti masih baru.
Pada foto bagian bawah, terlihat nilai uangan masuk yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.
Mustofa pernah gila
Pelaku penembakan Kantor MUI, Mustofa (60) disebut-sebut pernah alami gangguan jiwa.
"Koboi" yang ingin diakui sebagai wakil nabi ini dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, mengaku sebagai nabi.
Hal itu kata dia berdasarkan surat-surat yang ditulis pelaku. "Motif sementara bahwa yang bersangkutan ini ingin mendapat pengakuan sebagai wakil nabi," kata dia.
Di dalam isi surat tersangka menulis mengenai tentang hadits di akhir zaman tentang wakil Tuhan. "Satu di antaranya tertulis yang berdasarkan hadits di akhir zaman ada 73 golongan dalam Islam dan hanya satu golongan yang diakui dan itu adalah saya sebagai wakil Tuhan, " katanya.
Polisi mengatakan, dari surat itu juga terlihat jika tersangka ada niat jahat dari tersangka dimulai sejak 2018.
"Dari surat itu menyatakan, apabila dia tidak diakui (sebagai wakil nabi) maka akan lakukan tindakan kekerasan terhadap pejabat-pejabat negeri dan juga MUI dengan mencari senjata api berdasarkan surat-surat itu," katanya.
Di sisi lain pihak keluarga mengatakan Mustofa tidak memiliki perilaku yang aneh-aneh.
Namun, diakui jika Mustofa memang pernah mengidap gangguan jiwa saat menetap bersama istrinya di kampung istrinya di Krui, Pesisir Barat. (*)