SUARA PEKANBARU - Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun menyatakan, bahwa pendidikan pencegahan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) penting diajarkan sejak dini.
Sehingga, penularan perilaku menyimpang tersebut dapat dicegah sedini mungkin terjadi pada anak-anak.
Menurut Muflihun, pihaknya akan segera mengadakan rapat bersama Sekretaris Daerah, Dinas Pendidikan, dan seluruh kepala sekolah tingkat TK hingga SMP.
Rapat bersama itu, berkenaan dengan rencana mamsukkan muatan lokal terkait LGBT di sekolah.
Muatan lokal ini sebagai antisipasi, dan pencegahan agar anak sudah memiliki wawasan terkait bahaya serta dampak negatif LGBT.
"Kita sudah agendakan bersama Pak Sekda, untuk mengadakan rapat (terkait) memasukkan muatan lokal pendidikan LGBT. Ini agar anak-anak bisa memahami bahayanya, bahwa itu tidak benar, dan tidak memiliki perilaku tersebut," kata Muflihun.
Selain itu, Muflihun juga berharap agar tokoh agama, dan pemuka agama memberikan siraman rohani di rumah-rumah ibadah.
Apalagi, berdasarkan seluruh agama yang diakui di Indonesia, perilaku LGBT adalah yang dilarang.
"Rumah ibadah dan tokoh-tokoh agama juga harus bergerak. Berikan siraman rohani untuk mencegah perilaku tersebut," katanya.
Baca Juga: Bagaimana Keputusan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah usai Dapat Identitas Pembully Anaknya?
Paling utama, dikatakannya, berharap orangtua aktif, dan lebih perhatian dalam pengawasan kepada anak-anaknya.
Sehingga, bagaimana pergaulan dan perilaku anak dapat dikenali serta diantisipasi sejak dini. (*)