Pengidap Bipolar Disorder Bukan Berarti Gila

Poptren

Minggu, 31 Juli 2022 | 04:00 WIB
Pengidap Bipolar Disorder Bukan Berarti Gila
Bipolar Disorder ((Unsplash.com))

Poptren.suara.com - Bipolar disorder merupakan gangguan kejiwaan yang ditandai dengan perubahan suasana hati (mood) yang ekstrem. Pada bipolar disorder terdapat fase mania (manic / hypomanic) dan fase depresi. Pada fase mania terjadi peningkatan mood seperti bahagia berlebihan, banyak ide, banyak bicara, badan terasa prima hingga tidak membutuhkan istirahat, sedangkan untuk fase depresi terjadi penurunan mood seperti tidak semangat, lelah dan ngantuk berlebihan hingga menutup diri dari aktifitas sosial. Apakah benar jika gangguan bipolar sama dengan skizofrenia (gila) seperti yang beredar di masyarakat ?

Dikutip dari Yoursay.id, dibawah ini adalah sebuah cerita dari seorang pengidap Bipolar Disorder.

-- Aku tumbuh sebagai sosok yang sangat ambisius, idealis dan individualis. Sejak kecil aku selalu memimpikan untuk menaklukkan dunia. Dengan mimpi inilah aku berusaha sekuat tenaga dan mengorbankan waktu istirahatku untuk belajar. Ketika duduk dibangku SMP dan SMA, aku beberapa kali mengikuti olimpiade baik di tingkat nasional maupun tingkat propinsi, juga tak sedikit menjuarai perlombaan tingkat sekolah menengah. Namun prestasi ini tidak dapat diimbangi dengan kehidupan sosialku dengan lingkungan sekitar ---.

-- Memasuki usia remaja, aku sering mengalami halusinasi, delusi, mendengar suara garputala, penurunan kognitif, sulit fokus, memiliki banyak ide, sangat bersemangat, sulit tidur, mengalami mood swing yang sangat ekstrim dalam waktu dekat. Tak hanya itu, dalam berinteraksi dangan lingkungan pun menjadi kendala besar yang harus aku hadapi. Bagaimana tidak jika aku sering merasa tidak nyaman ketika berbincang dengan durasi yang lama dan tidak tau bagaimana melakukan komunikasi yang efektif dan timbal balik. Maka tak heran jika orang-orang terdekatku seperti teman dan tetangga menganggapku aneh, angkuh dan tidak memiliki empati, sehingga tak sedikit dari mereka yang enggan berteman denganku ---.

-- Karena kondisi ini, tepatnya pada tahun 2019 aku memutuskan ke psikiater untuk berkonsultasi tentang apa yang dialami dan dirasakan. Setelah melakukan wawancara yang cukup panjang dan pemeriksaan fisik, aku dinyatakan mengidap bipolar disorder ADHD oleh psikiater dan disarankan konsumsi obat seumur hidup. Tentunya vonis ini menjadi pukulan yang berat bagiku dan keluarga, namun lambat laun kami bisa menerima kondisi ini dengan lapang dada. Tak butuh waktu lama bagiku untuk berdamai dengan kondisi ini, terlebih kedua orang tua yang sangat gigih memberi dukungan moral untuk kesembuhanku.

Untuk menangani kondisiku, psikiater menyarankan konsumsi obat secara rutin dan tepat waktu, menjalani psikoterapi, sosial terapi, serta menjalani pola hidup sehat dengan rutin berolah raga dan konsumsi makanan yang bergizi. Selain itu, sosial terapi yang kujalani seperti bergabung dengan komunitas bipolar, komunitas spiritual dan juga komunitas sosial lain menjadi faktor penunjang agar kondisiku tetap stabil.

Konsumsi obat membuat tubuhku menjadi lebih mudah lelah dan mengantuk. Namun hal ini tidak sebanding dengan banyaknya perubahan positif yang terjadi padaku. Aku merasa lebih tenang, bisa mengontrol emosi, dan tidak lagi merasakan delusi, bunyi garputala, dan gejala lain seperti gejala sebelumnya. Akan tetapi, obat dan terapi ini tidak serta merta menghilangkan bipolarku, aku masih merasakan fase mania dan depresi, hanya saja fase yang kulewati kini lebih stabil dan tidak terlalu ekstrim. 

-- Saat ini aku bekerja pada salah satu perusahaan BUMN di Bandung dan bergabung dalam divisi Manajemen Proyek. Tak dapat dipungkiri bahwa kondisiku sebagai orang dengan bipolar masih saja mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar terutama dalam lingkungan pekerjaan, namun kondisinya tidak separah sebelum ditangani oleh psikiater. Pernah kudapatkan perlakuan tidak enak dari salah satu rekan kerjaku, difitnah, dianggap tidak mampu bekerja, tidak dilibatkan dalam diskusi bahkan pernah dikatakan gila ---.

Stigma negatif juga pernah didapatkan oleh teman-teman lain dari komunitas bipolar, tak jarang mereka juga mendapatkan julukan “gila”.---- selesai---.

baca juga

Gila adalah salah satu gangguan jiwa yang disebut skizofrenia. Bipolar disorder tidak sama dengan skizofrenia, bipolar disorder tetap memiliki kesadaran seperti orang normal pada umumnya, bisa bekerja dan memiliki perasaan seperti rasa menyukai lawan jenis. Hanya saja orang dengan gangguan bipolar mengalami perubahan mood yang ekstrem bahkan dalam waktu dekat. Menurut psikiater yang menanganiku, orang dengan skizofrenia tidak mampu menyelesaikan pendidikan formalnya, dan terus mengalami penurunan kesadaran jika tidak ditangani dengan tepat.

Minimnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan mental, membuat mereka tidak bisa membedakan jenis-jenis gangguan jiwa dan juga tidak bisa memahami bagaimana menyikapi orang-orang dengan gangguan jiwa. Tak sedikit masyarakat yang masih menutup mata dan menganggap tabu tentang kesehatan mental. Hal inilah yang memunculkan banyak stigma negatif dari masyarakat pada penyandang gangguan jiwa, mereka mengangap semua orang yang mengalami gangguan kejiwaan adalah gila.

Menjadi orang dengan bipolar tentunya tak lepas dari stigma negatif dari masyarakat. Hal ini tidak perlu dilawan, hanya harus buktikan bahwa stigma yang mereka rekatkan itu tidak benar. Namun tak dapat dipungkiri bahwa stigma negatif yang diperoleh sangat mengganggu kesehatan mental dan mempengaruhi kondisi seorang bipolar.

Bipolar bukanlah suatu keburukan melainkan pemberian dari Tuhan yang harus kita terima dengan ikhlas. Mampu bangkit dan berjalan walaupun tertatih, itu semua karena dukungan dari keluarga, teman-teman dan lingkungan terdekat.

Bestie, seorang pengidap bipolar jangan dijauhi ya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hasil Penelitian: Anak-Anak Transgender 3 Kali Lebih Berisiko Alami Masalah Kesehatan Mental

Hasil Penelitian: Anak-Anak Transgender 3 Kali Lebih Berisiko Alami Masalah Kesehatan Mental

Health | Sabtu, 30 Juli 2022 | 13:45 WIB

5 Tanda Orang Memiliki Mental Miskin

5 Tanda Orang Memiliki Mental Miskin

Your Say | Jum'at, 29 Juli 2022 | 15:25 WIB

YoursayClass: Pentingnya Healing untuk Menjaga Kesehatan Mental

YoursayClass: Pentingnya Healing untuk Menjaga Kesehatan Mental

Video | Jum'at, 29 Juli 2022 | 08:00 WIB

4 Manfaat Terapi Air untuk Kesehatan Fisik dan Mental

4 Manfaat Terapi Air untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Your Say | Rabu, 27 Juli 2022 | 14:41 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×