Poptren.suara.com - Kenaikan harga BBM banyak orang yang beralih dari BBM non subsidi ke BBM bersubsidi. Baru-baru ini Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak kepada pengendara mobil yang sedang mengisi BBM di SPBU Rest Area Jalan Tol Batang-Semarang.
Hasilnya mencengangkan, pada sidaknya tersebut Ganjar menemukan beberapa pengendara mobil nakal yang masih mengisi kendaraannya dengan pertalite.
Awal sidak, Ganjar menemui laki-laki yang diketahui bekerja sebagai kontraktor.
Tapi yang membuat heran, padahal ia bekerja sebagai kontraktor tapi pria tersebut masih mengisi BBM yang bersubsidi.
Melihat hal tersebut, Ganjar langsung menegor pria yang mengenakan kemeja putih dengan motif kotak-kotak tersebut.
"Kontraktor kok beli bensin subsidi lho. Kontraktor belinya ya pertamax lho," marah Ganjar.
Setelah ditegor oleh Ganjar, pria tersebut beralasan kalau ia salah masuk antrian.
Bukan hanya laki-laki itu saja yang terpergok membeli BBM bersubsidi. Kali ini Ganjar menciduk keluarga yang mengendarai mobil sedang antri di pertalite.
Ternyata setelah ditanya, ternyata pengendara mobil tersebut merupakan salah satu pekerja di salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Unggah Video Youtube Persiapan Nikah, Jess No Limit dan Sisca Kohl Foto Pakai Latar Belakang Merah
"Orang BCA kok belinya Pertalite itu lho. Belinya yang pertamax. Itu yang subsidi untuk yang tidak mampu. Kamu itu Bankir kok belinya pertalite lho. Saya telpon Dirutnya BCA lho," kata Ganjar.
Saat diciduk oleh Gubernur Jawa Tengah ini, si ibu yang sedang berada di dalam mobil tampak hanya bisa tertawa saja.
Tidak hanya berhenti hingga di situ saja, kali ini Ganjar kembali menemui salah satu pengendara mobil yang juga mengisi mobilnya dengan BBM bersubsidi pertalite.
Saat ditegur agar mengisi pertamax, pengendara tersebut menolak dan beralasan mobil yang ia kendarai adalah mobil rentalan yang sedang ia pakai.
Repons Publik
Aksi yang dilakukan Ganjar tersebut terekam dalam sebuah video, dan video tersebut banjir beragam komentar dari warganet.