Poptren.suara.com - Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Presiden Joko Widodo memimpin langsung jalannya upacara yang digelar di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10) pagi ini. Upacara tersebut disiarkan langsung melalui kanal Youtube Sekretariat Negara.
Presiden Jokowi tiba di Lubang Buaya pada pukul 08.00 WIB yang didampingi oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
"Lapor upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2022 siap dimulai," kata komandan upacara kepada Jokowi.
"Laksanakan," ujar Jokowi kepada komandan upacara.
Kemudian Jokowi memimpin mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang sudah berkorban demi bangsa dan negara.
"Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa, mengheningkan cipta dimulai," kata Jokowi.
![Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin Hadir Dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Para Pejabat Ikut Hadir [Youtube/Sekretariat Negara]](https://media.suara.com/suara-partners/poptren/thumbs/1200x675/2022/10/01/3-presiden-jokowi-dan-wakil-presiden-maruf-amin-hadir-dalam-upacara-hari-kesaktian-pancasila-para-pejabat-ikut-hadir.png)
Hadir pula dalam upacara tersebut, sejumlah pejabat yakni Menteri Pertahanan prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan pejabat negara lainnya tampak mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasia.
Terlihat dari Youtube Sekretariat Presiden, Puan bertindak sebagai pembaca naskah penandatanganan ikrar, sedangkan LaNyalla bertindak sebagai pembaca naskah UUD RI 1945. Upacara ditutup dengan pembacaan doa yang dibacakan oleh Yaqut Cholil Qoumas.
Sebanyak 750 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan jalannya upacara, hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan.
Baca Juga: Lagu Lesti Kejora "Kulepas dengan Ikhlas" Inikah Curhatan Hati Dirinya Saat ini
"Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup. Yang terbuka yaitu anggota yang berpakaian dinas dan yang tertutup anggota yang berpakain preman/bukan dinas," jelas Zulpan.