Stagflasi Menjadi Ancaman, Apa Maksudnya?

Poptren

Rabu, 12 Oktober 2022 | 21:33 WIB
Stagflasi Menjadi Ancaman, Apa Maksudnya?
Ilustrasi dompet kosong (Freepik)

Poptren.suara.com - Presiden Bank Dunia, David Malpass, dalam pidatonya di Stanford University : "Bahaya yang menekan dunia yang tengah berkembang adalah penurunan tajam dalam pertumbuhan global, memperdalam kepada (risiko) resesi global,".

Pidato tersebut sebagai peringatan akan adanya tantangan perekonomian di tahun 2023 mendatang, karena disebabkan negara-negara yang masih bangkit dari pandemi dan perang Rusia-Ukraina.

Berdasarkan pidato tersebut, timbul pertanyaan. Stagflasi itu apa ya? Apa penyebabnya? Apa contoh stagflasi?

Istilah stagflasi populer saat resesi besar-besaran melanda Amerika Serikat pada 1970-an. Stagflasi adalah sebuah keadaan dimana harga barang-barang pokok mengalami kenaikan tinggi dan berkepanjangan.

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), stagflasi adalah keadaan yang ditandai denagn macetnya kegiatan perekonomian. Istilah stagflasi pertama kali muncul dari Macleod, seorang politisi Inggris, sekitar tahun 1960-an pada saat situasi ekonomi mengalami tekanan.

Dalam pidato di depan Dewan Rakyat Britania Raya, Macleod mengatakan bahwa inflasi yang melanda Inggris kala itu sebagai situasi stagnasi.

Selain itu stagflasi dikatakan lebih berbahaya bagi perekonomian daripada resesi karena merupakan sebuah kondisi dimana kombinasi tingkat inflasi yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang melambat, serta angka pengangguran yang tinggi.

Contoh stagflasi seperti yang pernah dialami negara Inggris pada tahun 1960-an hingga 1970-an. Hal tersebut terjadi karena pemerintah Inggris gagal membuat kebijakan untuk merespons pecahnya inflasi kala itu.

Amerika Serikat pun pernah mengalami hal serupa pada tahun 1970-an. Negara yang tergabung ke dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memberlakukan embargo terhadap negara-negara barat pendukung Israel sehingga terjadi krisis minyak dan juga membuat pengeluaran berlebihan untuk Perang Vietnam.

baca juga

Demikian pula dengan Australia pada  periode 1973-1983, dengan tingkat pengangguran menyentuh angka 10,2%. Tingkat inflasi rata-rata yang juga mencapai 11,6% per tahun pun turut menjadikan nilai mata uang turun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Efek Resesi, Ekonomi Indonesia 'Kalah' dari Filipina dan Vietnam

Efek Resesi, Ekonomi Indonesia 'Kalah' dari Filipina dan Vietnam

Poptren | Rabu, 12 Oktober 2022 | 17:30 WIB

Daftar Negara Paling Rasis di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

Daftar Negara Paling Rasis di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

Lifestyle | Rabu, 12 Oktober 2022 | 17:17 WIB

Indonesia akan Dihantam Badai Ekonomi, Menko Luhut: Today Its a Perfect Storm

Indonesia akan Dihantam Badai Ekonomi, Menko Luhut: Today Its a Perfect Storm

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2022 | 16:45 WIB

Teruji Tahan Banting, UMKM Bakal Jadi Penyelamat saat Terjadi Resesi Ekonomi

Teruji Tahan Banting, UMKM Bakal Jadi Penyelamat saat Terjadi Resesi Ekonomi

Bekaci | Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:52 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×