Dibayangi Stagflasi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Terancam Meningkat

Indotnesia

Rabu, 25 Mei 2022 | 13:04 WIB
Dibayangi Stagflasi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Terancam Meningkat
Freepik/Jcomp

Indotnesia - Setelah kasus Covid-19 secara global mengalami penurunan, dunia menghadapi ancaman krisis lain karena kondisi konflik Rusia-Ukraina serta kenaikan harga bahan pangan dan energi. Hal itu dapat menyebabkan inflasi hingga stagflasi yang mengancam peningkatan jumlah penduduk miskin.

Bahkan negara adikuasa Amerika Serikat, kini tengah dihantui resesi atau menurunnya kegiatan perindustrian dan dikhawatirkan akan meluas usai mengalami inflasi.

Memburuknya kondisi ekonomi global juga terjadi di Sri Lanka dan Ukraina yang sedang mengalami konflik. Perang Rusia-Ukraina menyebabkan ketidakseimbangan sisi produksi atau supply shock yang sangat besar hingga mendorong kenaikan ekstrem harga-harga komoditas global.

Menurut Sri Mulyani, kondisi tersebut mengancam ekonomi global, termasuk Indonesia dan dapat mendorong inflasi tinggi, suku bunga tinggi, dan potensi ekonomi yang melemah.

Kondisi global termasuk Indonesia terancam mengalami stagflasi atau fenomena inflasi tinggi bersamaan dengan resesi seperti yang terjadi pada awal 1980-an dan krisis moneter1998.

“Perubahan risiko global harus menjadi fokus perhatian dan dikelola secara tepat langkah serta tepat waktu, hati-hati namun efektif. Apalagi jika sampai terjadi stagflasi, kondisi tersebut akan berimbas negatif terutama bagi negara-negara berkembang dan emerging market seperti Indonesia,” ungkap Menkeu, seperti dikutip dari Suara.com

Lalu, apa itu stagflasi? 

Stagflasi merupakan kondisi saat pertumbuhan ekonomi menjadi lambat, disertai angka pengangguran tinggi dan kenaikan harga-harga kebutuhan. Umumnya, kondisi tersebut terjadi saat ekonomi tidak bertumbuh dan terdapat lonjakan inflasi secara bersamaan.

Tingkat pengangguran yang meningkat dan naiknya harga-harga kebutuhan, dapat berdampak pada meluasnya kemiskinan. Terutama bagi kelompok menengah kebawah yang rentan terhadap perlambatan ekonomi.

Saat ini, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2021 tercatat sebesar 26,50 juta orang atau 9,71% terhadap populasi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut menurun 1,04 juta orang dibandingkan Maret 2021.

Alternatif Kebijakan

Dilansir dari Suara.com, tantangan inflasi global dan pengetatan moneter dapat menimbulkan situasi pilihan kebijakan atau policy trade-off yang sulit dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Untuk menghadapi tantangan tersebut, pemerintah dihadapkan pada dua alternatif kebijakan.

Pertama, secepat mungkin mengendalikan inflasi atau mengembalikan stabilitas harga. Pilihan tersebut dilakukan dengan pengetatan kebijakan moneter dan fiskal yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kedua, tetap mendukung akselerasi pemulihan ekonomi yang sebelumnya telah terpukul akibat pandemi.

Oleh karena itu, untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi secara global dibutuhkan kerjasama dengan negara–negara lain seperti dalam mengatasi krisis pandemi Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bencana Beruntun Hantam RI, Menkeu Ungkap Dampaknya ke Ekonomi

Bencana Beruntun Hantam RI, Menkeu Ungkap Dampaknya ke Ekonomi

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 13:54 WIB

Purbaya Akui Kelas Menengah RI Tertekan, Tapi Yakin Bisa Tumbuh 2 Tahun Lagi

Purbaya Akui Kelas Menengah RI Tertekan, Tapi Yakin Bisa Tumbuh 2 Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 12:06 WIB

Pemerintah Bakal Reaktivasi Sumur Tua dan Pacu Lifting Minyak 612 Ribu Barel per Hari

Pemerintah Bakal Reaktivasi Sumur Tua dan Pacu Lifting Minyak 612 Ribu Barel per Hari

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 14:04 WIB

Purbaya Target Investasi Masuk RI Tumbuh 7% demi Pertumbuhan Ekonomi 6%

Purbaya Target Investasi Masuk RI Tumbuh 7% demi Pertumbuhan Ekonomi 6%

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 12:36 WIB

Segini Hitungan Pertumbuhan Ekonomi ala Purbaya Demi Hapus Angka Pengangguran di Indonesia

Segini Hitungan Pertumbuhan Ekonomi ala Purbaya Demi Hapus Angka Pengangguran di Indonesia

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik

Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Strategi Purbaya Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027, Dari Reformasi Regulasi hingga Manufaktur

Strategi Purbaya Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027, Dari Reformasi Regulasi hingga Manufaktur

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Pemerintah Gandeng Swasta Akselerasi Ekosistem Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8%

Pemerintah Gandeng Swasta Akselerasi Ekosistem Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8%

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:38 WIB

BI Optimalkan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

BI Optimalkan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:13 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Airlangga Punya PR Kejar Tambahan 0,55%

Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Airlangga Punya PR Kejar Tambahan 0,55%

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:09 WIB

Terkini

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:16 WIB

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 12:10 WIB

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:09 WIB

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:07 WIB

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:05 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 12:02 WIB

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Malang | Minggu, 13 September 2026 | 12:01 WIB

×