1. Infeksi bakteri
Aktivitas seks yang berlangsung dalam kondisi haid bisa meningkatkan risiko infeksi di dalam rahim.
Selama masa haid, keadaan mulut rahim akan terbuka dan sensitif. Apabila terjadi penetrasi penis, kuman dari luar bisa saja terdorong masuk ke dalam vagina dan membuat infeksi.
Salah satu jenis infeksinya adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Infeksi ini dapat ditularkan dari wanita ke pria, meski ia tidak memiliki rahim sehingga menjadi carrier atau pembawa HPV.
2. Risiko endometriosis
Wanita yang sedang haid namun tetap melakukan seks akan sangat rentan terhadap risiko penebalan jaringan dinding rahim atau endometriosis.
Sebab, saat terjadi penetrasi penis ke vagina, darah haid yang seharusnya keluar berisiko masuk kembali, kemudian menempel dan mengendap di lapisan dinding rahim. Kondisi tersebut dapat memicu endometriosis. Apabila dibiarkan bisa menyebabkan tumor hingga kanker serta meningkatkan risiko infertilitas atau gangguan kesuburan.