BMKG: Jumlah Gempa DIY Naik 5 Tahun Terakhir

Poptren

Rabu, 16 Agustus 2023 | 06:33 WIB
BMKG: Jumlah Gempa DIY Naik 5 Tahun Terakhir
Ilustrasi seismograf gempa (Unsplash)

Poptren.suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta telah mengungkapkan bahwa intensitas gempa bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir, yang berasal dari aktivitas Sesar Opak.

Sesar Opak adalah retakan dalam bumi yang membentang sepanjang 45 kilometer mengikuti aliran Sungai Opak, DIY. Sungai Opak dimulai dari lereng Gunung Merapi, mengalir ke arah selatan, dan bermuara di Samudra Hindia di Pantai Parangtritis, Bantul, DIY.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Sleman, Setyoajie Prayoedhie, "Data seismisitas beberapa tahun belakang, seperti 2022, 2021, 2020, dan seterusnya, menunjukkan peningkatan kurva intensitas gempa selama lima tahun terakhir."

Berdasarkan pantauan Stasiun Geofisika Kelas I Sleman, jumlah gempa di wilayah DIY adalah 136 kejadian pada tahun 2018, meningkat menjadi 144 pada tahun 2019, 160 pada tahun 2020, 282 pada tahun 2021, dan 902 pada tahun 2022. Namun, peningkatan gempa ini tidak hanya disebabkan oleh aktivitas Sesar Opak, tetapi juga sebagian dari subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

BMKG mengungkap bahwa kebanyakan gempa ini memiliki magnitudo di bawah 5,0, sehingga tidak dirasakan manusia dan hanya terdeteksi melalui alat pendeteksi getaran.

Peningkatan kegempaan ini diakibatkan oleh pelepasan energi yang terakumulasi dari Sesar Opak yang masih aktif. Setyoajie menjelaskan bahwa meskipun ada peningkatan, tidak perlu khawatir karena gempa-gempa kecil ini justru dapat membantu mengurangi potensi munculnya gempa yang lebih besar.

Meskipun aktivitas gempa Sesar Opak mengalami peningkatan, BMKG menyatakan bahwa ini masih dalam kategori normal. Mereka terus memantau aktivitas gempa di DIY melalui sembilan sensor selama 24 jam.

Setyoajie juga mengingatkan bahwa Sesar Opak memiliki potensi untuk menyebabkan gempa dengan magnitudo hingga 6,5 yang dapat merusak, seperti yang terjadi pada 27 Mei 2006. Namun, saatnya tidak dapat diprediksi.

BMKG ingin menekankan bahwa informasi ini tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kepanikan, tetapi untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat. Mereka mendorong untuk melakukan mitigasi dan membangun bangunan yang tahan gempa.

baca juga

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, juga menyebutkan bahwa DIY memiliki dua sumber gempa yang masih aktif. Salah satunya adalah subduksi lempeng atau megathrust dengan magnitudo yang ditargetkan M 8,7, dan yang lainnya adalah Sesar Opak dengan magnitudo yang ditargetkan M 6,6. Dwikorita juga mengingatkan tentang potensi tsunami setinggi 8-10 meter di Pantai Selatan Jawa yang bisa terjadi sebagai akibat dari aktivitas gempa di wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BMKG: Puncak Musim Kemarau Juli - Agustus 2023

BMKG: Puncak Musim Kemarau Juli - Agustus 2023

Poptren | Rabu, 16 Agustus 2023 | 00:18 WIB

Terkini

Samsung Galaxy A27 5G Resmi Hadir, HP Rp5 Jutaan Ini Punya AI Premium dan Update hingga 2032

Samsung Galaxy A27 5G Resmi Hadir, HP Rp5 Jutaan Ini Punya AI Premium dan Update hingga 2032

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:53 WIB

Ketua Komjak RI: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Pembawa Solusi, Bukan Sekadar Pengkritik

Ketua Komjak RI: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Pembawa Solusi, Bukan Sekadar Pengkritik

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:49 WIB

Prediksi Lini dan Skor Prancis vs Inggris: Siapa Berhak di Posisi Ketiga?

Prediksi Lini dan Skor Prancis vs Inggris: Siapa Berhak di Posisi Ketiga?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:48 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta

Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:35 WIB

Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah

Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:30 WIB

Miris! Atap Sekolah Disangga Bambu, Siswa SDN 2 Klepu Minta Tolong Bupati Malang

Miris! Atap Sekolah Disangga Bambu, Siswa SDN 2 Klepu Minta Tolong Bupati Malang

Malang | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:29 WIB

Jejak Pengabdian Serda Hengki yang Terhenti dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

Jejak Pengabdian Serda Hengki yang Terhenti dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:21 WIB

Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap

Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:17 WIB

Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni

Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:09 WIB

Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah

Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:07 WIB

×