alexametrics

RS Indriati Solo Buka Layanan Klinik Fertilitas Bagi Pasutri

Risna Halidi
RS Indriati Solo Buka Layanan Klinik Fertilitas Bagi Pasutri
Ilustrasi: masalah Infertilitas (Shutterstock)

Di Indonesia, tingkat infertilitas tercatat terjadi pada 40 persen perempuan; 40 persen laki-laki; dan 20 persen pada keduanya.

Suara.com - Masalah infertilitas atau ketidaksuburan kerap menjadi alasan utama pasangan suami istri yang sudah lama menikah namun belum juga dikaruniai buah hati.

Infertilitas sendiri merupakan ketidakmampuan pasangan untuk mendapatkan kehamilan sekurang-kurangnya dalam 12 bulan setelah teratur berhubungan seksual tanpa kontrasepsi.

Di Indonesia, tingkat infertilitas tercatat terjadi pada 40 persen perempuan; 40 persen laki-laki; dan 20 persen pada keduanya baik pasangan laki-laki maupun perempuan.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari penyakit infeksi, faktor imunologi, faktor gaya hidup, hingga konsumsi obat-obatan tertentu.

Baca Juga: Rumor Vaksin Covid-19 Bisa Bikin Mandul Beredar, WHO Bantah Tegas

Sama seperti masalah kesehatan lainnya, ketidaksuburan atau infertilitas juga perlu penanganan khusus seperti pengobatan infeksi pada organ reproduksi, mengubah gaya hidup agar lebih sehat hingga mengikuti program kehamilan.

Karenanya, penting bagi layanan klinik fertilitas hadir di fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat seperti rumah sakit.

Di Solo misalnya, klinik fertilitas Morula IVF Indonesia mencoba berekspansi dan melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit Indriati di Solo Baru, Jawa Tengah.

Dengan begitu, pasangan suami istri yang tinggal di daerah seperti Solo, tidak perlu pergi jauh-jauh seperti ke Semarang atau bahkan Jakarta untuk melakukan program kehamilan.

Salah satu layanan yang hadir di klinik kesuburan ini adalah program inseminasi buatan atau Intrauterine Insemination (IUI). Metode ini dilakukan dengan cara menyuntikkan sperma di dalam rahim guna membantu proses pembuahan.

Baca Juga: 5 Kondisi yang Sebabkan Pasangan Lakukan Program Bayi Tabung

Tujuannya adalah meningkatkan jumlah sperma yang berhasil sampai di tuba falopi. Dengan demikian, hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesempatan sel telur untuk dibuahi sperma.

Komentar