Mengenal Risiko Inflamasi Pada Anak, Termasuk Perkembangan Otak yang Tak Maksimal

Risna Halidi
Mengenal Risiko Inflamasi Pada Anak, Termasuk Perkembangan Otak yang Tak Maksimal
Ilustrasi anak sakit (Pexels/Polina Tankilevitch)

Ada beberapa gangguan yang dapat membuat perkembangan otak anak tidak optimal.

Suara.com - Anak usia 0 hingga 5 tahun tengah mengalami perkembangan otak yang sangat pesat. Masa perkembangan otak inilah yang akan menentukan kecerdasan mereka.

Hanya saja, ada beberapa gangguan yang dapat membuat perkembangan otak anak tidak optimal. Salah satunya akibat adanya inflamasi.

Ilustrasi anak sakit [pexels/Victoria Akvarel]
Ilustrasi anak sakit [pexels/Victoria Akvarel]

Lalu apa itu inflamasi? Inflamasi merupakan suatu respons protektif sistem imun terhadap gangguan yang disebabkan oleh iritan. Iritan ini dapat berupa trauma fisik, stres, zat kimia yang merusak, bakteri, virus, dan sebagainya.

Inflamasi yang terjadi pada anak ternyata tidak hanya bisa berpengaruh pada organ tubuh mereka melainkan juga dapat memengaruhi perkembangan otak.

Inflamasi berlebihan dalam tubuh juga dapat memicu berbagai jenis penyakit dan gangguan organ seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, depresi, dan sebagainya.

Kaprodi Bisma Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta - Retnosyari Septiani, S.TP mengatakan, banyak studi yang membuktikan hubungan erat antara perkembangan saraf otak dan inflamasi atau peradangan.

Sehingga, kata Retnosyari, penting bagi orangtua untuk lebih peduli terhadap asupan nutrisi dan kondisi kesehatan anak. Ia pun meneliti mengenai zat gizi mikro yang terkandung pada Generos untuk mencegah inflamasi.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, suplemen herbal itu terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi yang menghambat peradangan dengan daya antiinflamasi sebesar 58,5 persen relatif terhadap kontrol negatif.

Zat Mikro dalam Suplemen Herbal (Dok. Generos)
Zat Mikro dalam Suplemen Herbal (Dok. Generos)

"Aktivitas antiinflamasi sangat baik untuk mencegah stres oksidatif dan berbagai jenis penyakit, serta melindungi fungsi neuron pada anak, sehingga mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif serta mengoptimalkan fungsi kognitif dan memori pada anak," kata Retnosyari dikutip dari siaran pers, Selasa (24/1/2023).

Sementara itu, daftar zat gizi mikro yang dibutuhkan untuk mendukung metabolisme tubuh serta mengoptimalkan fungsi sistem imun di antaranya vitamin A, C, E, magnesium, kalium, mangan, tembaga, zat besi, zinc, fosfor dan kalsium.