Jumantik Punya Peran Penting dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian DBD

Iman Firmansyah

Selasa, 05 September 2023 | 11:29 WIB
Jumantik Punya Peran Penting dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian DBD
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue (DBD) (Pexels/Pixabay)

Suara.com - Meningkatnya angka kasus DBD di Indonesia adalah isu yang harus diatasi bersama. Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan jumlah kasus DBD telah menjadi keprihatinan serius bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Faktor-faktor seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan pergerakan global telah menyebabkan peningkatan nyamuk Aedes aegypti, penyebar utama virus penyebab DBD.

Data dari P2PM Kemenkes menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir tercatat kenaikan kasus DBD di Indonesia yang signifikan, tercatat dari tahun 2020 hingga 2022, kenaikan dari 95.893 kasus menjadi 131.265 kasus, dan angka kematian akibat DBD pun cukup mengkhawatirkan, tercatat dari tahun 2020 hingga 2022 kenaikan dari 661 jiwa menjadi 1183 jiwa.

 “Tentu ini menjadi tanggung jawab kita bersama, karena melindungi diri dari DBD dimulai dengan mengedukasi diri sendiri dan anggota keluarga menjadi langkah yang tepat,” jelas Menteri Kemenko PMK, Muhadjir Effendy.

Untuk mengatasi masalah DBD, peningkatan peran Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dan TPK (Tim Pendamping Keluarga) sangatlah penting dalam rangka memberikan edukasi tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kepada masyarakat.

Kasus DBD dapat dihindari melalui tindakan pencegahan yang tepat. Program 3M Plus yang telah dicanangkan oleh pemerintah adalah salah satu inisiatif utama dalam hal ini. Melalui program ini, masyarakat diingatkan untuk Menguras tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, Menutup rapat tempat penyimpanan air, Mendaur ulang, plus menggunakan obat anti nyamuk sebagai bentuk perlindungan ekstra.

Sementara itu upaya kolaboratif untuk mengatasi ancaman meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia, dilakukan oleh HIT dari PT Godrej Consumer Products Indonesia, KlikDokter, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KEMENKO PMK) dengan mengadakan Seminar, Peluncuran E-Book, dan Press Conference dengan tema ‘Penguatan Layanan Kesehatan melalui Peningkatan Peran Jumantik dan TPK untuk Menanggulangi Kasus DBD di Indonesia’.

HIT dari PT Godrej Consumer Products Indonesia, sebagai produsen obat anti nyamuk telah memainkan peran strategis dalam upaya pencegahan DBD. Dengan produk aerosol inovatif yang memiliki efektivitas 5x lebih tinggi dalam membunuh nyamuk Aedes Aegypti pada menit ke-1, HIT berkomitmen untuk menciptakan Indonesia yang bebas dari nyamuk dan DBD.

“Tujuan besar HIT sangat jelas yaitu menciptakan Indonesia yang bebas dari nyamuk dan bebas dari DBD. Melalui produk-produk kami yang inovatif dan efektif, HIT berusaha untuk melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman nyamuk pembawa penyakit ini,” jelas Direktur PT Godrej Consumer Products Indonesia, Basuki.

baca juga

HIT juga menggandeng Jumantik yang memiliki peran sentral dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD.

Jumantik berperan dalam pemantauan lingkungan untuk mengidentifikasi potensi sarang nyamuk, menyebarkan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan DBD, dan membantu dalam tindakan pemberantasan sarang nyamuk di rumah dan sekitarnya.

Dalam masyarakat, Jumantik menjadi agen perubahan dengan mengedukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menghilangkan tempat-tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk, dan melaporkan kondisi yang memerlukan tindakan lebih lanjut kepada pihak berwenang.

“Semangat preventif melalui edukasi adalah langkah yang tepat untuk terus menanggulangi dan memberantas DBD di Indonesia. Melalui KlikDokter, kami juga menghimbau masyarakat untuk selalu update dan jaga kesehatan melalui portal dan layanan online konsultasi kami bersama dokter-dokter terbaik,” tutup CEO KlikDokter, Hendra Tjong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Penyakit Bulimia Nervosa yang Diderita oleh Lee Soo Hyun AKMU?

Apa Itu Penyakit Bulimia Nervosa yang Diderita oleh Lee Soo Hyun AKMU?

Your Say | Senin, 04 September 2023 | 19:00 WIB

Diperingati Setiap Bulan September, Berikut 3 Fakta Unik Pelindung Mulut

Diperingati Setiap Bulan September, Berikut 3 Fakta Unik Pelindung Mulut

Your Say | Senin, 04 September 2023 | 14:47 WIB

Inilah 5 Tanda Usus Kamu Sedang Tidak Sehat, Bahaya bagi Kesehatan

Inilah 5 Tanda Usus Kamu Sedang Tidak Sehat, Bahaya bagi Kesehatan

Your Say | Senin, 04 September 2023 | 12:27 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, Ternyata Ini 5 Bahaya Mengelupas Bibir Kering

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, Ternyata Ini 5 Bahaya Mengelupas Bibir Kering

Your Say | Senin, 04 September 2023 | 12:11 WIB

Formasi CPNS 2023 Kesehatan Apa Saja? Cek Rinciannya Berikut

Formasi CPNS 2023 Kesehatan Apa Saja? Cek Rinciannya Berikut

News | Senin, 04 September 2023 | 10:05 WIB

5 Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan, Mulai dari Gangguan Pernapasan hingga Wajah Kerutan

5 Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan, Mulai dari Gangguan Pernapasan hingga Wajah Kerutan

Your Say | Minggu, 03 September 2023 | 20:20 WIB

Terkini

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:38 WIB

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:37 WIB

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Jogja | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:36 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:33 WIB

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:30 WIB

Satu Terbang dari Sarang Burung Kukuk:Perjuangan Kebebasan di Balik Rumah Sakit Jiwa

Satu Terbang dari Sarang Burung Kukuk:Perjuangan Kebebasan di Balik Rumah Sakit Jiwa

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:30 WIB

Negara Ini Darurat Pemerkosaan, Rakyat Main Hakim Sendiri Gebuki Diduga Pelaku Sampai Tewas di Jalan

Negara Ini Darurat Pemerkosaan, Rakyat Main Hakim Sendiri Gebuki Diduga Pelaku Sampai Tewas di Jalan

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:25 WIB

×