Penyumbang Angka Kematian Tertinggi di Indonesia, Ini Pentingnya Miliki Asuransi Penyakit Kritis

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 20 Februari 2024 | 22:15 WIB
Penyumbang Angka Kematian Tertinggi di Indonesia, Ini Pentingnya Miliki Asuransi Penyakit Kritis
Ilustrasi asuransi kesehatan. (Elements Envato)

Suara.com - Simak ulasan lengkap tentang manfaat asuransi perlindungan penyakit kritis yang perlu Anda tahu.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung menjadi penyakit kritis penyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia, yakni 35 persen disusul penyakit kanker berada pada posisi kedua, yakni 12 persen.

Sementara itu, mengutip laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyajikan data bahwa sebanyak 21,8 persen orang dewasa mengalami obesitas; 29,3 persen memiliki kebiasaan merokok; 33,5 persen masyarakat kurang melakukan aktivitas fisik; kemudian 95,5 persen masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah.

Kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut meningkatkan faktor risiko penyakit kritis yang mungkin dihadapi masyarakat Indonesia.

Di sisi lain, hasil survei dari medical trend summary Mercer Marsh Benefits pada 2021 hingga 2023 menyebutkan inflasi biaya medis di Indonesia meningkat 13,6% pada 2023 dari sebelumnya 12,3% pada 2022. Itu pun lebih tinggi dari rata-rata inflasi biaya kesehatan di Asia yang 11,5%. Ini berbeda jika dibandingkan dengan inflasi secara ekonomi yang sebesar 3,3%. Artinya, inflasi kesehatan beberapa kali lipat lebih tinggi dari inflasi secara umum.

Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) BCA Life, Christine Setyabudhi saat peluncuran  BCA Life Pelindung Penyakit Kritis. (Foto: Dpk. BCA Life)
Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) BCA Life, Christine Setyabudhi saat peluncuran BCA Life Pelindung Penyakit Kritis. (Foto: Dpk. BCA Life)

Melihat fenomena tersebut, BCA Life menghadirkan produk proteksi penyakit kritis bernama BCA Life Pelindung Penyakit Kritis guna memberikan perlindungan finansial komprehensif bagi masyarakat Indonesia.

Christine Setyabudhi, Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) BCA Life mengatakan, tren pola hidup yang kurang sehat namun sulit dihindari oleh sebagian masyarakat membuat asuransi penyakit kritis sebagai kebutuhan penting setelah asuransi kesehatan. Untuk untuk itu perusahaan asuransi tersebut merilis asuransi untuk penyakit kritis sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat.

Dengan memiliki asuransi penyakit kritis tersebut, diharapkan pemilik polis dapat menjalani hidup dengan tenang dan nyaman tanpa harus memikirkan biaya medis yang setiap tahun selalu mengalami inflasi diatas rata-rata inflasi ekonomi.

“Dengan usia masuk Tertanggung mulai dari 18 hingga 60 tahun, produk asuransi penyakit kritis kami memberikan kesempatan perlindungan terhadap penyakit kritis tahap awal, menengah, hingga akhir dengan manfaat perlindungan yang dapat mencapai Rp500 juta. Calon nasabah juga dapat memiliki proteksi dengan cepat tanpa harus cek medis yang memberikan kenyamanan dan kemudahan akses tanpa hambatan administrasi yang berlebihan. Hal ini memberikan ketenangan pikiran kepada Tertanggung dan keluarga dalam menghadapi risiko penyakit serius yang mungkin terjadi,” terangnya.

Dengan premi ringan mulai Rp20 ribuan per bulan, produk asuransi penyakit kritis dari anak perusahaan PT Bank Central Asia Tbk ini bisa menjadi solusi perlindungan yang dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Ditambah lagi, produk ini juga memberikan manfaat meninggal dunia karena sakit/penyakit maupun kecelakaan hingga Rp500 juta untuk memberikan jaminan keuangan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami berharap produk asuransi penyakit kritis ini dapat menjadi jawaban dari masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia, dimana tidak sedikit pasien penyakit kritis yang terlambat mendapatkan pengobatan diakibatkan faktor keuangan. Tidak sedikit juga pasien penyakit kritis dan keluarga yang terpaksa menggunakan tabungan mereka dan mengorbankan impian untuk biaya pengobatan dan biaya lain-lain yang timbul akibat penyakit kritis sehingga masyarakat Indonesia dapat menjalani hidup semakin berani dengan perlindungan yang semudah itu untuk diakses,” tutup Christine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Diet dan Gaya Hidup Sehat, Persiapan Penting Sebelum Mendaftar Asuransi

Tips Diet dan Gaya Hidup Sehat, Persiapan Penting Sebelum Mendaftar Asuransi

Lifestyle | Rabu, 21 Februari 2024 | 19:29 WIB

Penyakit Kritis Makin Meningkat, Apa yang Perlu Dilakukan Masyarakat Selain Menjaga Gaya Hidup Sehat?

Penyakit Kritis Makin Meningkat, Apa yang Perlu Dilakukan Masyarakat Selain Menjaga Gaya Hidup Sehat?

Health | Kamis, 08 Februari 2024 | 11:12 WIB

Raih Tahun Naga Kayu dengan Gemilang, 3 Hal Penting Ini Perlu Ada Saat Pilih Asuransi Kesehatan Buat Keluarga

Raih Tahun Naga Kayu dengan Gemilang, 3 Hal Penting Ini Perlu Ada Saat Pilih Asuransi Kesehatan Buat Keluarga

Lifestyle | Kamis, 08 Februari 2024 | 07:57 WIB

Terkini

Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional

Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional

Press Release | Senin, 19 Agustus 2024 | 07:00 WIB

Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On

Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On

Press Release | Senin, 19 Agustus 2024 | 02:47 WIB

Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'

Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'

Press Release | Minggu, 18 Agustus 2024 | 21:30 WIB

Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan

Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan

Press Release | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 18:05 WIB

Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta

Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta

Press Release | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 17:20 WIB

Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna

Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna

Press Release | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 15:10 WIB

Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan

Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan

Press Release | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 10:05 WIB

Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park

Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park

Press Release | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 09:11 WIB

Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia

Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia

Press Release | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 07:50 WIB

Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence

Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence

Press Release | Jum'at, 16 Agustus 2024 | 19:05 WIB