Mengenal Tanaman Sungkai, Herbal Asal Kalimantan yang Banyak Manfaat

Purwasuka Suara.Com
Minggu, 07 Agustus 2022 | 16:03 WIB
Mengenal Tanaman Sungkai, Herbal Asal Kalimantan yang Banyak Manfaat
Tanaman Sungkai (Tangkap Layar Youtube @azis Chanel)

PURWASUKA | Tanaman Sungkai (Peronema canescens) berkhasiat mengatasi demam, malaria, flu, batuk dan sering di gunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional dengan mengolahnya menjadi ramuan sederhana.

Sifat tanaman sungkai yang menjadi ekspektoran dapat membantu mengeluarkan dahak pada penderita batuk, di ketahui pula bahwa tanaman ini mempunyai sifat analgesik-antipiretik yang dapat mengatasi demam serta sebagai imunomoduator untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Diektahui, tanaman sungkai (Peronema canescens) merupakan tanaman asli Kalimantan, namun dapat pula di jumpai di pulau Sumatra, tanaman ini mempunyai banyak manfaat yang sudah di gunakan secara tradisional oleh suku suku asli daerah tersebut, selain di jadikan pagar hidup, tanaman Sungkai dapat menjadi obat demam, dan memiliki sifat antiplasmodium, tanaman ini juga menjadi ekspektoran (pengeluar dahak) sehingga dapat dijadikan obat bagi pasien penderita flu dan batuk. 

Dewasa ini, tanaman Sungkai sudah banyak di gunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi gejala covid-19 seperti flu, batuk dan demam. Sungkai (Peronema canescens) sering disebut sebagai jati sabrang, ki sabrang, kurus sungkai, atau sekai, termasuk kedalam famili Verbenaceae.

Penelitian sebelumnya oleh Harmida dan Yuni (2011) menyebutkan bahwa Pada suku Dayak di Kalimantan Timur sampai saat ini masih tetap mempertahankan tradisi dengan memanfaatkan tumbuhan di sekitarnya untuk pengobatan ataupun perawatan kesehatan misalnya pemanfaatan tanaman sungkai (P. canescens.Jack) sebagai obat pilek, demam, obat cacingan (ringworms), dijadikan mandian bagi wanita selepas bersalin dan sebagai obat kumur pencegah sakit gigi. 

Sebagian masyarakat di Sumatera Selatan dan Lampung menggunakan daun sungkai (P. canescens.Jack) sebagai antiplasmodium dan obat demam. Menurut Yusrin (2008), dalam pengobatan Suku Serawai daun P. canescens ditumbuk dan ditampal untuk sakit memar. 

Menurut Yani (2013), dalam pengobatan suku Lembak, seduhan daun P. Canescens digunakan untuk penurun panas, malaria dan menjaga kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI