PURWAKARTA - Kudapan ringan pastel kering 'Pasmini' asal Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta berhasil menembus pasar Asia hingga Eropa. Tak tanggung, jumlah pesanan produk buatan pelaku UMKM ini dalam sebulan tembus 5.000 pouch (pcs).
Penggerak UMKM di Perum Kota Baru, Cucu Nengsih mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 jumlah pesanan pastel kering mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan kenaikannya mencapai lima kali lipat.
"Biasanya pesanan perbulan 1.000 pouch (pcs), sekarang meningkatkan menjadi 3.000 bahkan pernah sampai 5.000 Punch," katanya, Selasa (16/8/2022).
Dia menerangkan, produk pastel kering ini berhasil dipasarkan keenam negara. Mulai dari Singapura, Hongkong, Yunani hingga Dua Negara di Benua Afrika.
Pasca pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung kurang lebih dua tahun lamanya, pemulihan ekonomi kreatif mulai dirasakan langsung oleh pelaku UMKM di Kabupaten Purwakarta.
"Alhamdulillah kami udah tembus ke enam negara, pengiriman pertama kita ada ke New Zealand, kemudian Singapura, Hongkong, masih proses ke maputo dan gabon di benua Afrika dan terakhir PO dari Yunani," ucap Cucu melansir dari Jabarnews.com.
Satu kantong kue pastel kering ini, lanjut Cucu, dibandrol Rp20.000 dan bukan hanya di jual sendiri melainkan cucu membuka reseller yang saat ini sudah menyebar hingga wilayah Jabodetabek.
"Untuk keuntungan dari naiknya pesanan ini kurang lebih Rp30-60 juta perbulan. Pastel ini bisa langsung konsumsi dan awet selama satu tahun," Jelasnya.
Adapun proses pembuatan pastel kering mini ini, sama seperti membuat pastel pada umumnya. Bahan dasar adalah tepung terigu yang di campur adonan bumbu lainnya.
Baca Juga: DPRD dan Pemkab Purwakarta Sampaikan Dua Raperda Hasil Inisiasi dan Usulan Dalam Rapat Paripurna
"Pastel Pasmini ini memiliki beragam varian rasa isinya di dalamnya, seperti abon ayam, abon daging, abon ikan dan lainnya," tutur Cucu.