Ujian atau cobaan hidup adalah sunnah kauniyah atau ketetapan Allah Azza wa Jalla yang pasti terjadi bagi setiap Muslim. Setiap manusia tidak mungkin mengelak dari ujian tersebut.
Sebagaimana Allah Azza wa Jalla berfirman:
“Kamu benar-benar akan diuji pada hartamu dan dirimu”. (QS. Ali Imran: 186)
Oleh karena itu, Allah memberi penekanan pada firman-Nya dengan menggunakan dua huruf (yaitu huruf lam dan nun yang bertasydid, sehingga makna kalimat tersebut, kamu sungguh sungguh atau benar-benar akan diuji).” (At Tahrir wat Tanwir: IV/189)
Imam Ibnu Katsar rahimahullah berkata, “Firman Allah (yang artinya), “Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu” seperti firman-Nya (yang artinya): Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un“. (QS. Al Baqarah: 155-156)
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
:
“Demi yang jiwaku berada di tangannya! Dunia ini tidak akan fana, kecuali setelah ada seseorang yang melewati sebuah kuburan dan merenung lama di dekatnya seraya berkata, ‘Seandainya aku dulu seperti penghuni kubur ini. Bukan agama yang mendorong dia melakukan ini namun hanya ujian saja”. (HR. Muslim no. 7302)
Baca Juga: Rumah Ibadah Muslim Syiah Hancur Akibat Tanah Longsor Di Irak, Lima Orang Tewas
Jadi, semakin kuat iman seseorang, maka ujian yang akan diberikan oleh Allah akan semakin besar.
Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya oleh Sa’d bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu:
“Wahai Rasulullah! Siapakah yang paling berat ujiannya?” Beliau menjawab, “Para Nabi kemudian orang-orang yang semisalnya, kemudian orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya”. (HR. At Tirmidzi no. 2398, An Nasai no. 7482, Ibnu Majah no. 4523)
Beliau Shallallahu alaihi wasallam juga bersabda:
Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allâh mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya. (HR. At Tirmidzi no. 2396 dan Ibnu Majah no. 4031)
Ujian atau cobaan hidup yang diberikan oleh Allah Azza wa Jalla adalah rahmat atau kasih sayang kepada seluruh manusia terlebih lagi untuk kaum Muslimin.(*)