Meski begitu Atang merasa senang merawat Delvi. Ia merawatnya seperti anak kandungnya sendiri. Namun karena hidup serba kekurangan saat kecil Delvi tidak pernah merasakan susu lantaran keluarga Atang hanya mampu membeli orson.
“Waktu itu saya senang punya anak lagi karena anak yang besar sudah keluar STM. Senang diurus. Dulu gak pakai susu, pakai orson karena tidak ada uang. Udah besar pintar SD sampai SMA juara kelas terus,” kata Atang.
“Saya mah sayang sekali sudah kaya anak sendiri, gak denger suaranya (Delvi) dua hari saja sudah kangen sekali,” tempat Atang.
Untuk diketahui sejak lulus SMA, Delvi sudah mulai hidup mandiri dengan bekerja di pabrik dan toko kelontong di daerah Subang. Sementara orangtua angkatnya tinggal di Purwakarta.
Kang Dedi Mulyadi lantas menanyakan cita-cita Delvi. Rupanya Delvi selama ini bercita-cita kuliah di jurusan Teknik Informatika. Hanya saja karena gaji yang pas-pasan dan berstatus kontrak ia belum bisa mewujudkannya.
Mendengar hal tersebut Kang Dedi langsung mengamini cita-cita Delvi. Ia akan dikuliahkan di Universitas Subang untuk menggapai mimpinya.
Meski kerap mendapat perlakuan kurang enak dari ibu kandungnya bahkan dicampakkan ayah kandungnya, Delvi masih ingin merasakan kasih sayang yang tulus dari keduanya. “Ya pengen juga ngerasain diberi kasih sayang sama orang tua kandung,” ujar Delvi sambil meneteskan air mata kerinduan.
Singkat cerita Kang Dedi Mulyadi kembali bertemu dengan Delvi di Lembur Pakuan. Kali ini Dedi akan mewujudkan impian Delvi dengan mengantarkannya ke Universitas Subang (Unsud).
Sesampainya di sana Delvi langsung diterima di jurusan yang diimpikannya. Ia pun akhirnya terdaftar menjadi mahasiswa Unsud dan akan mulai berkuliah pada September 2022 nanti.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Khawarit Penghapusan Tenaga Honorer Bikin Pelayanan Publik Ambruk
Saat diberi pilihan Delvi ingin mengambil kelas reguler dan bukan kelas karyawan. Ia tetap optimis bisa menjalankan pekerjaan dan kuliah secara bersamaan.
Namun Kang Dedi Mulyadi memberikan solusi agar Delvi bisa fokus kuliah. Ia kini tak perlu lagi bekerja di minimarket dan pindah ke Lembur Pakuan. Di sana ia akan tetap bekerja sebagai staf Dedi Mulyadi sekaligus menyelesaikan kuliahnya.
“Jadi Neng tetap bekerja, digaji, tapi bisa lebih fokus untuk kuliah. Nanti bisa bareng dengan Ayu (anak angkat Dedi yang tinggal di Lembur Pakuan),” pungkas Kang Dedi Mulyadi.