PURWAKARTA - Warga Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat digegerkan dengan aksi seorang remaja berinisial RIH (19) yang tewas gantung diri. Diduga itu terjadi karena depresi kedua orang tua bercerai.
Hal itu sebagiamana keterangan Kapolsek Paswahan, AKP Ali Murtadho pada 24 September 2022 yang dikumpulkan dari keterangan warga.
Menurut AKP Ali Murtadho pememuan jasad tersebut bermula ketika adiknya pada hari Jumat, 23 September 2022, sekira pukul 23.00 WIB melihat pintu rumah korban dalam keadaan terbuka. Karen curiga, kemudian adik korban masuk ke dalam rumah akan tetapi korban tidak ada di dalam rumah.
"Kemudian adik korban mencari keberadaan kakaknya tersebut, setelah di panggil-panggil korban pun tidak menjawab," jelas Ali, pada Sabtu, 24 September 2022.
Kemudian, sambung dia, adik mencari ke arah kandang ayam milik korban, pada saat di kandang ayam saksi melihat korban dengan posisi menggantung di pohon jambu dengan posisi leher terikat tambang plastik.
"Adik korban yang kaget menyaksikan kakaknya dalam kondisi terbujur kaku yang tergantung di pohon jambu dengan seutas tali warna kuning, menggunakan baju kaos dan celana pendek berwarna merah, langsung memanggil keluarganya yang lain untuk memberitahukan kejadian tersebut," beber Ali.
Selanjutnya, kata dia, warga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek pasawahan dan personelnya langsung mendatangi lokasi kejadian.
Menurutnya, korban nekat gantung diri dugaan sementara didapat lantaran depresi yang di akibatkan ke dua orang tuanya bercerai.
"Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban ini cenderung hidup menyendiri. Korban yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap dan setiap ada permasalahan korban tidak pernah menceritakan nya kepada pihak keluarga. Bapak ibunya udah cerai mungkin namanya masalah hidup, udah nggak ada yang tahu juga. Mungkin karena masalah keluarga jadi depresi dan ambil jalan pintas," bebernya.
Baca Juga: Demo di Patung Kuda, Said Iqbal: Kenapa Petani Digusur dari Tanahnya Sendiri Demi Perkebunan Sawit?
Ali menambahkan, pihak keluarga sudah ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan outopsi serta tidak akan menuntut kejadian tersebut kepada pihak manapun.
"Keluarga juga diterima sebagai musibah, yasudah dikembalikan ke keluarga untuk dimakamkan,” ungkap AKP Ali Murtadho.
Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.***