PURWASUKA - Keputusan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menggugat cerai suaminya Dedi Mulyadi menggegerkan publik. Pasalnya, kedua pasangan suami istri ini sebelumnya terlihat adem ayem saja.
Namun demikian, apakah keputusan orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta itu akan berpengaruh ke karir politiknya ke depannya, begini menurut pengamat politik dan pemerintahan Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) Arlan Siddha.
Menurut Arlan, permasalah biduk rumah tangga antara Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi tergolong perosonal. Hal ini terbukti dengan penyelesaiannya dengan mengedepankan hukum agama.
"Saya pikir itu sesuatu yang personal mereka sudah menyelesaikan dengan cara dan hukum agama yang jelas dalam konteks perceraian," ucapnya pada Senin (5/12/2022).
Akan tetapi, Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi merupakan pejabat publik, maka keputusan ini akan menarik perhatian masyarakat. Tentu saja, ini bisa berdampak pada opini publik ke depannya.
Terlebih, antara keduanya pada beberapa waktu ke belakang yang saling sindir pun akan mempengaruhi penilaian masyarakat.
"Kalau kedua ini saling melempar sindiran ini akan membuat publik bertanya-tanya hal tersebut bisa mempengaruhi opini publik yang pada akhirnya akan membuat konstituen menjadi kecewa," katanya mengutip dari suarajabar.id.
Arlan pun menilai, menyangkut soal elektabilitas politik keduanya tidak akan berdampak signifikan. Mengingat, Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi berasal dari partai yang sama yakni Golkar.
Begitupun elektabilitas Dedi Mulyadi yang menurut Arlan masih memiliki peluang tinggi untuk maju pada Pilgub Jabar 2024.
Baca Juga: Melihat Souvenir Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Bakal Mahal atau Justru Merakyat?
"Walaupun memang tidak akan berimbas besar hal tersebut akan mengganggu elektabilitas Kang Dedi. Untuk di Jabar pengamatan saya (Dedi Mulyadi) masih masuk unggulan hanya saja kejadian kemaren akan sedikit mengganggu elektabilitas namun tidak berefek besar," katanya.