Cara Unik Warga Karangpucung Kritik Pemkab Banyumas Melalui Momen HUT Kemerdekaan RI

Purwokerto

Rabu, 03 Agustus 2022 | 13:33 WIB
Cara Unik Warga Karangpucung Kritik Pemkab Banyumas Melalui Momen HUT Kemerdekaan RI
Caption : Pengendara melintasi jalan rusak yang dicat unik oleh warga sebagai sindiran dan bentuk protes dalam rangka Agustusan di RT 3 RW 9, Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan. (Anang Firmansyah)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Warga RT 3 RW 9, Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas memprotes pemkab Banyumas atad buruknya infrastruktur jalan melalui momen HUT Kemerdekaan RI. Warga mengecat jalan rusak pada bagian aspal yang masih tersisa. Alhasil cat tersebut nampak berkelok-kelok.

Ketua RT setempat, Suwarto (37) mengungkapkan dua tahun sudah warga tidak merasakan aspal mulus. Padahal Karangpucung masuk wilayah perkotaan.

"Ya intinya warga protes lah karena jalannya bodol. Jadi jalan dicat seperti ini sebagai bentuk sindiran," katanya saat ditemui di kediamannya, Selasa (2/8/2022).

Awalnya, usulan tersebut datang dari kemauan warga. Dirinya menolak untuk mengecat jalan karena kondisinya yang tidak memungkinkan.

"Orang jalan rusak ya pikir saya tidak usah, tapi warga berkehendak lain. Ya sudah lah tidak apa-apa," jelasnya.

Wilayah RT nya ini memang berbatasan langsung dengan Kecamatan Patikraja. Hal ini lah yang menurut Suwarto kurang mendapat perhatian dari pemerintah kelurahan.

"Ini perbatasan dengan Desa Sidabowa. Jadi dikatakan jarang perangkat lewat kesini. Jadi kalau ada pengaspalan ya tidak sampai sini," terangnya.

Kondisi jalan yang rusak parah menurutnya sudah dua tahunan ini. Sebelum ada pandemi warga juga pernah mengecat jalan dalam rangka Agustusan. Namun kondisinya belum separah sekarang.

Seingat Suwarto, sejak dirinya pindah ke wilayah sini pada tahun 2012, wilayah RT 3 belum pernah diaspal ulang.

"Ini kan dua tahun pandemi jadi tidak ada kegiatan Agustusan. Baru kali ini ada lagi kerja bakti. Pengerjaannya satu hari saja kemarin waktu hari Minggu," tuturnya.

Jalan yang rusak parah tersebut panjangnya sekitar 150 meter. Yang memperparah kerusakan karena kerap kali dilewati truk sebagai jalan alternatif menuju jalan raya provinsi yang menghubungkan Purwokerto-Patikraja.

Sementara itu, Mukson (33) warga setempat berharap agar kondisi kerusakan jalan yang sudah dua tahun dialami warga ini bisa segera diperbaiki. Warga sudah merasa bosan dengan kondisi jalan yang rusak. Terlebih saat hujan bisa membahayakan pengendara motor karena kontur tanah yang menurun.

"Harapannya melalui sindiran cat ini, semoga pihak pemerintah bisa memperbaiki jalan. Ini murni kreatifitas warga yang bosan merasakan jalan rusak," tutupnya. (Anang Firmansyah)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Modus Pencabulan Tiga Anak Lelaki di Banyumas, Cekoki Film Porno Lalu "Dieksekusi"

Modus Pencabulan Tiga Anak Lelaki di Banyumas, Cekoki Film Porno Lalu "Dieksekusi"

| Selasa, 02 Agustus 2022 | 17:39 WIB

Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terbaring di Kompleks Setda Banyumas

Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terbaring di Kompleks Setda Banyumas

| Senin, 01 Agustus 2022 | 19:31 WIB

Susu Segar Bisa Dibikin Keju, Guru Besar Unsoed Dorong Pengembangan Keju Lokal

Susu Segar Bisa Dibikin Keju, Guru Besar Unsoed Dorong Pengembangan Keju Lokal

| Minggu, 31 Juli 2022 | 20:11 WIB

Terkini

Cara Timnas Indonesia U-19 Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19 2026

Cara Timnas Indonesia U-19 Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19 2026

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:48 WIB

Raisa Tahan Tangis Kenang Mendiang Ibu di Konser Semalam: Ketidakhadirannya Terasa Nyaring Buat Aku

Raisa Tahan Tangis Kenang Mendiang Ibu di Konser Semalam: Ketidakhadirannya Terasa Nyaring Buat Aku

Entertainment | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:45 WIB

Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5 Persen di 2026

Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5 Persen di 2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:42 WIB

Euforia Sambut Piala Dunia 2026 di Bandung

Euforia Sambut Piala Dunia 2026 di Bandung

Foto | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:37 WIB

Shin Tae-yong Diumumkan Jadi Pelatih Baru Persija Jakarta Senin Besok?

Shin Tae-yong Diumumkan Jadi Pelatih Baru Persija Jakarta Senin Besok?

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:32 WIB

13 Anime Baru Siap Tayang 2026 di Crunchyroll, Ada The Apothecary Diaries 3

13 Anime Baru Siap Tayang 2026 di Crunchyroll, Ada The Apothecary Diaries 3

Your Say | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:30 WIB

Mengejar Mimpi atau Menuruti Takdir? Dilema Molly dalam Novel Adore You

Mengejar Mimpi atau Menuruti Takdir? Dilema Molly dalam Novel Adore You

Your Say | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:30 WIB

6 Rekomendasi Sunscreen yang Cocok untuk Semua Jenis Kulit, Lengkap dengan Kelebihannya

6 Rekomendasi Sunscreen yang Cocok untuk Semua Jenis Kulit, Lengkap dengan Kelebihannya

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:29 WIB

58 Kode Redeem FF Max Terbaru 7 Juni 2026: Ada Skin SG2 Golden dan Football Bundle Gratis

58 Kode Redeem FF Max Terbaru 7 Juni 2026: Ada Skin SG2 Golden dan Football Bundle Gratis

Tekno | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:27 WIB

Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi

Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:24 WIB