Susu Segar Bisa Dibikin Keju, Guru Besar Unsoed Dorong Pengembangan Keju Lokal

Purwokerto

Minggu, 31 Juli 2022 | 20:11 WIB
Susu Segar Bisa Dibikin Keju, Guru Besar Unsoed Dorong Pengembangan Keju Lokal
Prof. Triana Setyawardani (humas Unsoed)

PURWOKERTO.SUARA.COM, PURWOKERTO-Prof.Dr. Triana Setyawardani,S.Pt,MP baru-baru ini dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Teknologi Hasil Ternak. Dalam orasi ilmiah Prof.Dr.Triana Setyawardani,S.Pt.,M.P. (Dekan Fakultas Peternakan Unsoed,) yang mengangkat tema “Pengembangan Keju Lokal sebagai Pangan Fungsional”, Prof. Triana menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir saat ini, pemerintah melakukan berbagai upaya pemulihan pada semua lini, termasuk pada pemenuhan kebutuhan pangan.

Produk pangan hewani menjadi salah satu aspek yang berkontribusi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui peningkatan asupan zat-zat gizi asal ternak. Susu merupakan satu produk pangan hewani yang mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu untuk pemeliharaan sel dan jaringan, maupun untuk pertumbuhan dan aktivitas. 


Masalahnya, salah satu kelemahan utama susu segar adalah sifatnya yang mudah mengalami kerusakan (highly perisable food), sehingga memiliki keterbatasan waktu penyimpanan.

"Kerusakan susu dapat disebabkan oleh faktor fisik, kimia, biokimia, dan terutama mikrobiologi,” jelasnya.

Oleh karenanya, pengolahan susu segar menjadi berbagai produk susu olahan dilakukan untuk tujuan memperpanjang masa simpan sekaligus meningkatkan nilai fungsional produk. Susu segar dapat diolah menjadi susu cair siap konsumsi, mentega, keju, yogurt, kefir, susu bubuk, susu evaporasi, krim dan lain sebagainya.

Susu segar merupakan bahan dasar untuk membuat keju. Pengolahan susu menjadi keju, kata dia, bahkan telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu, khususnya di wilayah Timur Tengah dan Eropa.

Sementara pengolahan keju dengan bahan dasar susu segar produksi peternak sapi perah lokal Indonesia masih relatif baru.

"Walaupun belum banyak variasinya, saat ini sudah terdapat beberapa jenis keju yang dapat dianggap sebagai keju lokal Indonesia,” imbuh Prof. Triana.

Prof. Triana berujar, keju lokal tersebut antara lain Dangke dari Sulawesi Selatan, keju Dali Ni Horbo dari Sumatra Utara, dan keju Kemal (keju Malang) dari Malang Jawa Timur.

baca juga

Inovasi dalam proses pengolahan untuk menghasilkan keju karakteristik dan citarasa khas dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia perlu terus dilakukan.
Pengembangan keju lokal sebagai pangan fungsional merupakan upaya untuk menghasilkan produk pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan zat-zat gizi makro, tetapi juga menghasilkan produk pangan yang mengandung komponen bioaktif yang secara fisiologis dapat meningkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh.

Keju dibuat dengan menggumpalkan protein susu, khususnya kasein. Penggumpalan kasein difasilitasi dengan penambahan enzim chymosin atau rennet. Proses selanjutnya berupa pemisahan whey, pengepresan, pencetakan hingga pemeraman. Bahan baku dan proses spesifik yang diterapkan menentukan jenis keju yang dihasilkan.

Keju memiliki kandungan berbagai komponen bioaktif yang berasal dari susu, misalnya peptide bioaktif, asam-asam amino, asam-asam lemak dan berbagai jenis enzim. Sifat fungsional keju dapat ditingkatkan dengan menambahkan probiotik, kolostrum, dan juga fitokimia dari berbagai jenis herbal asli Indonesia.

“Pengembangan keju yang berbasiskan sumber daya lokal juga akan mendorong dihasilkannya produk keju olahan di Indonesia yang hingga saat ini, sebagian besarnya masih dipasok oleh produk impor,”katanya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jakarta-Bandung Tak Sampai Sejam dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Spesifikasi Keretanya Bikin Geleng Kepala

Jakarta-Bandung Tak Sampai Sejam dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Spesifikasi Keretanya Bikin Geleng Kepala

Purwokerto | Minggu, 31 Juli 2022 | 15:12 WIB

Kominfo Buka Suara terkait Pemblokiran Dota, Paypal dan Situs Lainnya

Kominfo Buka Suara terkait Pemblokiran Dota, Paypal dan Situs Lainnya

Purwokerto | Minggu, 31 Juli 2022 | 13:57 WIB

Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Ruko Artfloris Kota Yogyakarta, Ini Hasil Pemeriksaan RS Sardjito

Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Ruko Artfloris Kota Yogyakarta, Ini Hasil Pemeriksaan RS Sardjito

Purwokerto | Minggu, 31 Juli 2022 | 13:57 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×