PURWOKERTO.SUARA.COM- Pada Sabtu pagi, 1 Oktober 2022 telah terjadi gempa dengan magintudo sebesar 5,8 skala richter di Tapanuli Utara.
Berdasarkan laman resmi BMKG, gempa pertama terjadi di kedalaman 10 km dan berada di 15 km Barat laut Tapanuli utara-Sumatera Utara pada pukul 02.28 WIB.
Kemudian, tepat pukul 02.50 gempa kembali terjadi di kedalaman 10 km dengan magnitudo 5,1 skala richter. Dan disusul gempa lanjutan pada pukul 03.37 di kedalaman 10 km yang berada di 1 km timur laut Tapanuli Utara-Sumatera Utara.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapanuli Utara Bonggas Pasaribu gempa yang terjadi mengakibatkan rusaknya fasilitas umum dan beberapa orang terluka.
Mengutip dari laman Antara, Bonggas mengatakan adanya gempa menjadi pemicu terjadinya tanah longsor di beberapa daerah dan jalan rusak serta kerusakan pada rumah warga dan tempat ibadah.
“Sepanjang 50 hingga 60 meter badan jalan menuju kawasan wisata Salib kasih juga tertutup material longsor setinggi tiga meter,” kata Bonggas.
Menurut penuturan Bonggas, saat ini pemerintah daerah telah menyiapkan alat berat untuk membersihkan badan jalan dari material longsor di kawasan tersebut.
Selain itu, beberapa daerah lain yang mengalami kerusakan adalah Desa Simorangkir di Kecamatan Siatasbarita dan Desa Hutapea Banuarea di Kecamatan Tarutung.
Lalu, untuk saat ini pihaknya masih melakukan pendataan kerusakan apa saja yang ditimbulkan akibat gempa bumi yang terjadi Sabtu dini hari itu.
Baca Juga: Dzenan Radoncic Pulang Kampung karena Ibunya Sakit Keras, STY Cari Pengganti
“Saat ini kita masih terus mendata kerusakan yang timbul akibat gempa bumi,” tambah Bonggas.
Sementara itu, Gempa bum yang terjadi adalah gempa tektonik dan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat sesar besar Sumatera segmen Renum. (citra safitra)