Digadang-gadang Jadi Peluang, Bandara JB Soedirman Purbalingga Kini Jadi Beban

Purwokerto | Suara.com

Kamis, 20 Oktober 2022 | 19:28 WIB
Digadang-gadang Jadi Peluang, Bandara JB Soedirman Purbalingga Kini Jadi Beban
Menhub Budi Karya Sumadi menggelar rapat bersama enam Pemerintah Kabupaten di Terminal Bandara JB Soedirman Purbalingga. (Kemenhub RI)

PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA – Kementerian Perhubungan bersama enam pemerintah daerah menyepakati kebijakan blocking seat atau pembelian kuota tiket pesawat rute penerbangan dari dan ke Bandara JB Soedirman Purbalingga. Enam pemerintah daerah yang terdiri atas Purbalingga, Banyumas, Pemalang, Wonosobo, Cilacap dan Banjarnegara akan membeli tiket pesawat agar Bandara JB Soedirman yang menelan puluhan miliar tidak mangkrak.

Kabupaten Purbalingga yang mendapat jatah paling banyak, 20 dari minimal 50 kursi, juga harus memutar otak untuk membiayai kebijakan blocking seat ini. Purbalingga melibatkan pemerinyah desa untuk ikut meramaikan penerbangan dengan rute Bandara JB Soedirman Purbalingga – Pondok Cabe Tangerang Selatan.

Kebijakan membebankan operasional Bandara JB Soedirman ke pemerintah daerah yang kemudian dibebankan lagi ke desa menuai kritik. Satu di antaranya dari Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS). PUKIS merupakan lembaga studi yang fokus pada kebijakan pembangunan infrastruktur di Indonesia. 

“Infrastruktur mestinya memberikan manfaat, bukan malah menambah beban bagi daerah”, ujar Direktur Eksekutif PUKIS M. M. Gibran Sesunan, dalam siaran pers di Yogyakarta, Selasa (11/10/2022).

Terhadap kebijakan blocking seat ini, PUKIS memberikan tiga catatan kritis. Pertama, masalah di Bandara JB Soedirman menunjukkan bahwa sejak awal perencanaan proyek memang tidak jelas dan mengabaikan kondisi riil masyarakat dan daerah setempat. 

“Ini adalah pelajaran bahwa pembangunan infrastruktur harus berlandaskan kebutuhan, bukan sekadar untuk gaya-gayaan,” ujar Gibran.

PUKIS mengingatkan, pemerintah harus lebih berhati-hati terhadap maraknya usulan pembangunan dan pengembangan bandara. Tidak semua daerah memerlukan bandara, apalagi untuk kabupaten dan kota di Pulau Jawa yang telah terhubung dengan baik melalui jalan tol, jalan non-tol, serta pelayanan bus, kereta api, dan alternatif moda transportasi lainnya.

Kedua, PUKIS mengingatkan enam kabupaten yang akan dibebani skema blocking seat merupakan daerah dengan persentase kemiskinan yang tinggi di Jawa Tengah. Berdasarkan data BPS, enam daerah ini termasuk dalam sepuluh besar daerah dengan persentase jumlah penduduk miskin tertinggi, bahkan Kebumen dan Wonosobo merupakan yang terparah di Jawa Tengah. Untuk itu, PUKIS mendesak Pemda dan DPRD untuk menolak usulan blocking seat yang dilontarkan Kemenhub.

“Pemda harus fokus pada program prioritasnya masing-masing, termasuk dalam pengentasan kemiskinan, dan mencegah penggunaan APBD secara tidak jelas dan tidak menguntungkan seperti dalam skema blocking seat ini, apalagi kondisi keuangan daerah sangat terbatas,” kata Gibran. 

Ketiga, PUKIS menilai blocking seat dengan menggunakan APBD akan menimbulkan moral hazard atau kerusakan moral karena bisa berakibat munculnya perjalanan dinas yang tidak perlu karena kursi pesawat telanjur dibeli. 

Selain itu, PUKIS berpandangan sistem blocking seat dengan APBN atau APBD mestinya tidak diterapkan selain untuk menunjang penerbangan perintis.

“Kemenhub jangan mengorbankan pemda untuk menutupi kegagalannya, dan pemda jangan mau dikorbankan melalui kebijakan ini,” ujar Gibran. 

Dikutip dari purwokertokita.com, Kemenhub dan enam kabupaten menyepakati pemesanan kursi pesawat agar bandara JB Soedirman bisa kembali beroperasi. Dari 70 kursi pesawat, minimal harus 50 kursi terbeli setiap penerbangan.

Dari 50 kursi, Purbalingga mendapat jatah menanggung 20 kursi. Sementara sisanya ditanggung daerah lain. Banyumas dan Banjarnegara mendapat jatah 10 kursi sementara Wonosobo dan Pemalang mendapat tanggungan lima kursi.

Per kursi untuk rute Purbalingga – Jakarta dibanderol Rp 1,2 juta. Untuk penerbangan November dan Desember ada 32 jadwal penerbangan. Jika tiap terbang ad 50 kursi yang harus diisi, maka ada 1.600 kursi yang harus dibayar dengan nilai Rp 1,92 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ikhtiar Memulihkan Citra Pesantren Melalui Medium Film

Ikhtiar Memulihkan Citra Pesantren Melalui Medium Film

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 14:37 WIB

Ngeri! Seorang Warga Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Banjarnegara

Ngeri! Seorang Warga Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Banjarnegara

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 08:41 WIB

Kronologi Longsor di Desa Sawangan Banjarnegara, 1 Warga Tewas dan 2 Luka

Kronologi Longsor di Desa Sawangan Banjarnegara, 1 Warga Tewas dan 2 Luka

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 07:59 WIB

Tarif Trans Banyumas Rp 3.900 Sekali Jalan, Ini Cara Bayarnya

Tarif Trans Banyumas Rp 3.900 Sekali Jalan, Ini Cara Bayarnya

| Rabu, 19 Oktober 2022 | 21:29 WIB

Terkini

Resident Evil Requiem Pecahkan Rekor Penjualan Tercepat, Capcom Siapkan Konten Baru

Resident Evil Requiem Pecahkan Rekor Penjualan Tercepat, Capcom Siapkan Konten Baru

Tekno | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Jangan Lupa! 5 Perlengkapan P3K Penting untuk Perjalanan Mudik

Jangan Lupa! 5 Perlengkapan P3K Penting untuk Perjalanan Mudik

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Kiat Hemat Menuju Kampung Halaman lewat Mudik Bareng Pertamina 2026

Kiat Hemat Menuju Kampung Halaman lewat Mudik Bareng Pertamina 2026

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:59 WIB

Dulu Terpisah dan Naik Motor, Kini Wawan Bahagia Boyong Keluarga Mudik Gratis ke Tegal

Dulu Terpisah dan Naik Motor, Kini Wawan Bahagia Boyong Keluarga Mudik Gratis ke Tegal

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:58 WIB

Siagakan Alat Berat, BPJN Riau Sebar 14 Posko Mudik di Jalur Lintas

Siagakan Alat Berat, BPJN Riau Sebar 14 Posko Mudik di Jalur Lintas

Riau | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:57 WIB

Niat Pamer Kesiapan Mudik, Medsos Wali Kota Tasik Malah Digeruduk PNS: "THR Mana, Pak?"

Niat Pamer Kesiapan Mudik, Medsos Wali Kota Tasik Malah Digeruduk PNS: "THR Mana, Pak?"

Jabar | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:57 WIB

4 Pemain Timnas dengan Caps Terbanyak Jelang FIFA Series 2026, Rizky Ridho Teratas

4 Pemain Timnas dengan Caps Terbanyak Jelang FIFA Series 2026, Rizky Ridho Teratas

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:52 WIB

Lebaran Makin Harum! 5 Parfum Floral Tahan Lama di Bawah Rp100 Ribu

Lebaran Makin Harum! 5 Parfum Floral Tahan Lama di Bawah Rp100 Ribu

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:50 WIB

Posko Kemnaker Kebanjiran Aduan, Hampir 1.000 Kasus Perusahaan Belum Bayar THR Lebaran

Posko Kemnaker Kebanjiran Aduan, Hampir 1.000 Kasus Perusahaan Belum Bayar THR Lebaran

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:49 WIB

Tagihan Kartu Kredit Membengkak? Ini Cara 'Selamat' dari Beban Akhir Bulan dengan Cicilan BRING BRI

Tagihan Kartu Kredit Membengkak? Ini Cara 'Selamat' dari Beban Akhir Bulan dengan Cicilan BRING BRI

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:48 WIB