Bukan Anti-Dialog, Pakar: Mahasiswa UGM Geruduk Forum Diskusi karena Tak Percaya Menteri Prabowo

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Rabu, 17 Juni 2026 | 13:51 WIB
Bukan Anti-Dialog, Pakar: Mahasiswa UGM Geruduk Forum Diskusi karena Tak Percaya Menteri Prabowo
Mahasiswa menggeruduk forum diskusi yang menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Senin (15/6/2026) malam. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Ratusan mahasiswa menggeruduk forum diskusi bersama pejabat pemerintah di UGM, Sleman, pada Senin (16/6/2026) malam.
  • Aksi terjadi karena mahasiswa tidak percaya kepada narasumber serta menganggap tema diskusi Pancasila tidak relevan.
  • Pengamat menilai insiden tersebut merupakan bentuk protes kredibilitas narasumber, bukan cerminan menurunnya budaya diskusi kampus.

Suara.com - Aksi mahasiswa menggeruduk forum diskusi yang menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Universitas Gadjah Mada (UGM) dinilai lebih dipicu oleh ketidakpuasan terhadap narasumber dan tema diskusi, bukan karena menurunnya budaya dialog di kampus.

Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai insiden tersebut tidak bisa serta-merta diartikan sebagai kemunduran ruang diskusi akademik di lingkungan perguruan tinggi.

"Penggerudukan diskusi di UGM tampak berkaitan dengan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan terhadap narasumber yang hadir," kata Jamiluddin kepada Suara.com, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, tema diskusi yang mengangkat Pancasila bisa saja dianggap tidak relevan oleh sebagian mahasiswa di tengah banyaknya persoalan nasional yang sedang menjadi perhatian publik.

"Ini membuat sebagian mahasiswa bisa saja menilai diskusi tersebut tak perlu dilakukan saat ini," ujarnya.

Selain persoalan tema, Jamiluddin melihat adanya faktor krisis kepercayaan terhadap beberapa pembicara yang hadir dalam forum tersebut.

Salah satu yang paling menonjol, kata dia, terlihat dari teriakan mahasiswa yang menyebut Budiman Sudjatmiko sebagai pengkhianat saat kegiatan berlangsung.

"Sebagian mahasiswa tidak percaya terhadap narasumber yang hadir, terutama terhadap Budiman Sudjatmiko. Hal itu terdengar dari teriakan mahasiswa yang menganggap Budiman Sudjatmiko sebagai pengkhianat," jelasnya.

Karena itu, Jamiluddin menilai aksi penggerudukan tersebut tidak berkaitan dengan melemahnya tradisi diskusi di kampus. Justru sebaliknya, mahasiswa selama ini dikenal menjadikan forum diskusi sebagai bagian dari budaya akademik.

baca juga

"Jadi penggerudukan diskusi itu tidak berkaitan dengan menurunnya ruang dialog di kampus. Mahasiswa justru menjadikan diskusi sebagai budaya," katanya.

Meski demikian, ia melihat adanya kecenderungan sebagian mahasiswa hanya bersedia berdialog dengan pihak yang mereka anggap memiliki kredibilitas dan dapat dipercaya.

"Namun sebagian mahasiswa itu bisa saja hanya mau berdialog dengan yang mereka percaya. Hal itu tentu hak mereka," tutur Jamiluddin.

Diskusi yang digelar di Joglo GIK UGM, Sleman, DIY, dan menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah berakhir ricuh setelah didatangi ratusan mahasiswa pada Senin (16/6/2026) malam. (Dok: istimewa).
Diskusi yang digelar di Joglo GIK UGM, Sleman, DIY, dan menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah berakhir ricuh setelah didatangi ratusan mahasiswa pada Senin (16/6/2026) malam. (Dok: istimewa).

Pengkhianat

Serikat Mahasiswa Gadjah Mada (SEMA UGM) sebelumnya membeberkan alasan di balik aksi penggerudukan forum diskusi tersebut karena para pejabat yang hadir tidak layak berbicara mengenai Pancasila ketika berbagai persoalan rakyat masih belum terselesaikan.

Ketua SEMA UGM, Mesa, menyebut aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pemerintah yang dinilai masih membungkam suara rakyat, menganggap kritik sebagai gangguan, serta menjalankan berbagai program yang dianggap tidak memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bongkar Alasan Geruduk Menteri, SEMA UGM: Mereka Banyak Mengibul dan Khianati Rakyat!

Bongkar Alasan Geruduk Menteri, SEMA UGM: Mereka Banyak Mengibul dan Khianati Rakyat!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 09:26 WIB

Dipukul dan Dilempar Air saat Diskusi UGM Ricuh, Sudaryono: Kami Tidak Kabur, Malah Duduk di Aspal!

Dipukul dan Dilempar Air saat Diskusi UGM Ricuh, Sudaryono: Kami Tidak Kabur, Malah Duduk di Aspal!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 09:03 WIB

Fisipol Menolak Bungkam, Mahasiswa UGM 'Hukum' Penguasa di Halaman Kampus

Fisipol Menolak Bungkam, Mahasiswa UGM 'Hukum' Penguasa di Halaman Kampus

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:14 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×